islampos
Media islam generasi baru

Din Syamsudin: Jika Penista Agama Bebas, saling Hina akan Merajalela

Foto:SuratKabar
0

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menegaskan kembali dukungannya terhadap Aksi Simpatik 55, yang digelar pada Jumat (5/5/2017).

Din juga menyatakan, bahwa jika terdakwa penista agama bebas, maka tindakan saling hina antar kelolompok akan merajalela.

Menurut Din, aksi Umat Islam yang digagas oleh Geraka Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini merupakan ekspresi demokrasi yang dilindungi konstitusi. Oleh karenanya tidak boleh ada pihak yang menghalangi.

“Tidak ada yang boleh menghalanginya kecuali yang antidemokrasi dan antikonstitusi,” kata Din dalam keterangan tertulisnya, Kamis (04/05/2017) kemarin.

Mantan Ketum Muhammadiyah itu menilai, aksi ini bertujuan untuk mengingatkan Indonesia agar terus menegakkan hukum dan keadilan.

Tujuan ini sebagai respons atas tuntutan ringan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). JPU hanya menuntut Ahok satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun.

“Jika kasus penista agama bebas, maka saling menghina antara kelompok-kelompok masyarakat akan merajalela dan merusak kebinekaan bangsa,” ungkapnya.

Terkait pelanggar norma dan etika kerukunan, Din berharap agar hal tersebut dapat diamputasi melalui penegakan hukum yang berkeadilan dan memerhatikan rasa keadilan masyarakat. Dia juga berpesan, agar aksi 55 dapat berlangsung secara simpatik dan damai.

“Jangan terhasut dan terjebak ke dalam kekerasan dan anarkisme. Dan kepada pemangku amanat, dengar dan terimalah unjuk perasaan dan pikiran rakyat untuk tegaknya hukum dan keadilan,” pungkasnya.[]

 

Sumber: Suara Islam

loading...
loading...