Diminta Mundur dari Golkar, Setya Novanto Tutup Mulut

0

JAKARTA—Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar, tutup mulut terkait permintaan Wakil Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, agar dirinya mundur dari partai tersebut.

Setnov diam seribu bahasa saat para awak media menemuinya seusai rapat paripurna pembukaan masa persidangan ke-II Tahun Sidang 2017-2018 di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.

Setnov hanya berbicara soal alasannya mangkir dari panggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi hari. Rencananya, ia bakal diperiksa sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik.

Setnov hanya mengatakan akan menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Undang-Undang tentang KPK yang didaftarkan pihaknya.

“Saya kan ajukan ke MK, kami tunggu aja, hormati MK,” kata Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, lansir Tempo, Rabu, (15/11/2017).

Selain pertanyaan itu, Setya bungkam. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan wartawan tak digubrisnya. Termasuk saat diminta tanggapan atas permintaan mundur dari Akbar Tandjung.

Sebelumnya, Akbar Tandjung mengatakan bahwa dirinya khawatir dengan kasus yang menjerat Setya Novanto, akan berdampak buruk bagi Golkar di Pemilu 2019 mendatang.

Akbar takut status Setya Novanto sebagai tersangka, membuat elektabilitas Golkar beradadi bawah 4 persen dan terancam tidak lolos parliamentary threshold.

Menurut Akbar, seorang ketua umum sangat berperan dalam menentukan keberhasilan dan mempengaruhi opini publik terhadap partai.

“Kalau pemimpinnya di mata publik, katakanlah tidak acceptable, bisa mengakibatkan tren publik terhadap Golkar juga mengalami penurunan,” katanya kemarin. []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline