ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Dilecehkan Trump, Korut Ancam Serang New York dengan Rudal

Foto hanya ilustrasi, sumber foto: CNN Turk
0

PYONGYANG—Korea Utara mengeluarkan isyarat pihaknya akan menguji rudal balistik antar benua yang diklaim mampu menjangkau kota besar di Amerika seperti New York.

Ancaman Korut itu sendiri dikemukakan beberapa bulan pasca pernyataan Donald Trump yang melecehkan kemampuan rudal balistik negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

Dalam sebuah artikel yang dimuat pekan lalu di media resmi negara, Rodong Sinmun, Pyongyang menuduh Donald Trump telah meremehkan kemampuannya.

Pyongyang mengklaim bahwa Korea Utara mendekati pengembangan rudal balistik antar-benua (ICBM).

“Trump mengatakan bahwa senjata nuklir Korea Utara tidak akan pernah mencapai daratan AS,” tulis Rodong Sinmun, seperti dikutip dari The Independent.

“AS merasa tidak nyaman karena ini terbukti dalam praktik. Uji senjata strategis yang dilakukan oleh Korea Utara dengan jelas membuktikan. Korea Utara berjarak sekitar 10.400 km dari New York, jarak yang dapat dicapai jika rudal dilepaskan hari ini.”

Di awal Januari 2017 lalu, Trump berkicau via akun Twitternya bahwa Korea Utara mungkin akan menguji ICBM, tetapi tidak akan mampu mencapai wilayah Amerika Serikat.

“Korea Utara baru saja menyatakan bahwa pada tahap akhir mengembangkan senjata nuklir yang mampu mencapai bagian-bagian A.S,” kicau Trump melalui akun @realDonaldTrump. “Itu tidak akan terjadi!”

Namun pernyataan Trump sendiri bertentangan dengan pendapat salah satu petinggi militernya. Pada awal Mei, Letnan Jenderal Vincent Stewart, kepala Badan Intelijen Amerika Serikat, mengatakan bahwa senjata nuklir yang diluncurkan dari Korea Utara memiliki kemampuan yang dapat menjangkau daratan Amerika Serikat.

Seperti diketahui pada akhir bulan lalu, Korea Utara merilis foto rudal tipe Scud yang diluncurkan dan jatuh ke air di lepas pantai barat Jepang, pertunjukan ketiga dalam waktu tiga minggu.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak Amerika Serikat sendiri telah mengirim armada kapal perang ke perairan Korea Utara, dan membawa beberapa peluncur baru untuk sistem pertahanan rudal ke Korea Selatan guna mengatasi ancaman militer dari perbatasan.

Korea Utara berpendapat bahwa pengejaran senjata nuklirnya semata-mata merupakan alat untuk mempertahankan diri dari kekuatan asing seperti Amerika Serikat. []

loading...
loading...