islampos
Media islam generasi baru

Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Siapakah Hermansyah?

Foto: Republika
0

Dua pelaku pengeroyok Hermansyah sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian. Hermansyah dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal saat mengemudikan mobil di tol Jagorawi. Ia mendapat luka serius sehingga dilarikan ke rumah sakit Hermina Depok. Lantas siapakah Hermansyah ini?

Ichsanuddin Noorsy pengamat ekonomi mengatakan, Hermansyah adalah ahli IT lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurutnya, Hermansyah pernah menempuh sekolah IT di luar negeri sampai mendapat istri orang bule.

Selain itu, Ichsan juga mengaku pernah beberapa kali terlibat diskusi tentang IT bersama Hermansyah, di antaranya soal tema bagaimana situasi IT dalam perspektif politik.

Diskusi paling menarik, lanjut Ichsan, mengenai sadap-menyadap secara umum. Ada dua yang menjadi bahan pembicaraannya, yaitu nomer dan IME.

“Sadap-menyadap yang dibilang Herman ke saya, adalah relasi antara IME dan nomor. Menurut Herman dengan menggunakan kajian nomer dengan IME bisa tahu, nomer dicloning atau tidak,” kata dia seperti dilansir oleh Liputan6.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir mengatakan, Hemansyah bukanlah bagian dari GNPF MUI. Dia hanya aktif membantu kasus yang menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dan Firza Husein.

“Enggak di kepengurusan khusus, cuma dia yang menurut kami menguasai ilmu tentang IT. Dia memang sangat mengerti di bidangnya, terutama soal masalah penyadapan,” ucap dia.

Menurut Bachtiar, Hermansyah pernah mengeluarkan pendapatnya tentang Chat WA Habib Rizieq dalam acara Indonesia Lawyer Club di TV One.

“Coba lihat saja pernyataan dia (Herman di sana),” ucap dia.

Sementara, Ketua Ikatan Alumni ITB Jakarta Abdi Munif mengatakan, Hemansyah tergolong kritis. Dia aktif memberikan masukan terhadap isu yang berkembang.

“Dia adalah ahli IT,” kata dia.

Abdi meminta polisi mengusut tuntas dalang serta motif pengeroyokan dan penganiayaan terhadap rekan satu almamaternya tersebut. Agar informasinya tidak berkembang liar.

“Kejadian apapun ini adalah kekerasan,” Abdi menandaskan. []

loading...
loading...