ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Di Tepi Barat, Jumlah Warga Israel Bertambah 2 Persen Setiap Tahunnya

0

Advertisements

TEPI BARAT—Peace Now, LSM pengawas pemukiman, mengungkapkan populasi kaum Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel tumbuh sebesar 3,4 persen menjadi 435.708 pada 2017.

Angka-angka tersebut mengecualikan sekitar 200 ribu orang Israel yang tinggal di wilayah yang diduduki dan dicaplok di Yerusalem timur.

Seperti diketahui, pada 11 Januari lalu, Peace Now mengatakan bahwa pihak berwenang Israel menyetujui pembangungan lebih dari 1.100 rumah baru penduduk Yahudi di Tepi Barat.

Peace Now menjelaskan bahwa kebijakan itu dikeluarkan setelah adanya persetujuan 6.742 proyek pembangunan pemukim tahun lalu. Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi sejak 2013 silam.

Dewan Yesha, organisasi utama yang mewakili pemukiman, menyatakan  jumlah keseluruhan warga Israel telah tumbuh rata-rata dua persen per tahun.

“Pemerintah mengumumkan pembangunan di Yudea dan Samaria,” kata Dewan Yesha menggunakan istilah alkitab Ibrani untuk Tepi Barat, Rabu (24/1).

Terkait kebijakan pembangunan pemukiman illegal tersebut, Israel dikritik tajam mantan presiden Amerika Barack Obama. Namun, hal itu tidak terjadi di kepemimpinan Donald Trump. Pejabat Israel ditenggarai telah berusaha untuk mengambil keuntungan dari hal itu.

Dewan Yesha sebagian besar terdiri dari orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks, yang bertanggung jawab atas mayoritas penduduk dua permukiman terbesar tersebut. Pemukiman itu adalah Modiin Ilit, sebelah barat Ramallah, dengan populasi sebesar 70.119, dan Beitar Ilit, sebelah barat daya Yerusalem, dengan populasi 56.485 jiwa.

Yahudi ultra-Orthodox terdiri dari sekitar 10 persen dari keseluruhan populasi Israel. Pemukiman terpadat ketiga di Tepi Barat adalah Maaleh Adumim, sebelah timur Yerusalem, dengan populasi campuran sebesar 40.996 orang Yahudi sekuler dan religius.

Pemukiman Israel dipandang ilegal di bawah hukum internasional dan hambatan utama bagi perdamaian. Sebab dibangun di atas tanah yang dilihat orang-orang Palestina sebagai bagian dari negara mereka di masa depan.

Perdana Menteri Israel Netanyahu, secara terbuka menentang kemerdekaan Palestina. Sekitar 600 ribu pemukim Israel tinggal di Tepi Barat dan mencaplok Yerusalem timur dalam konfrontasi yang acap kali dekat dengan hampir tiga juta orang Palestina. []

 

Sumber: Arab News

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline