ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Di Depan Ka’bah Aku Meratap, Menyesal karena Tak Mampu Membaca Al-Quran

Foto: Cendekia
0

JALAN hidup seseorang, siapa yang tahu. Itu sebuah misteri yang telah Allah rahasiakan. Pun kita tidak pernah tahu akan masa depan seseorang. Dulu mungkin ia sangat jauh dengan Allah, tapi sekarang bisa jadi berubah 360 derajat. Ataupun bisa sebaliknya.

Seperti dikisahkan oleh akun Mekji @ezymeera. Gadis ini dalam sebuah kesempatan mampu menjejakan kakinya di tanah suci—Baitullah. Namun kehadirannya di Mekkah al-Mukarramah itu bukan membuat Mekji bahagia, tapi malah membuatnya menyesal. Apa pasal?

Mekji sedih bukan kepalang, karena ia tak mampu membaca Al-Quran ketika berada di rumah Allah—Ka’bah—itu. Ia meratapi kelemahan dirinya, sembari merayu agar dimampukan menikmati keindahan Al-Quran, dan inilah yang kemudian terjadi.

TAHUN 2014 aku berkunjung ke Mekkah, namun saat itu aku merasa sangat rugi, sebab tak dapat membaca Al Quran tepat di depan rumah Allah.

Bayangkan. Orang lain bisa mengaji, sementara kau hanya dapat melihat, sholat sunat dan zikir saja. Menyesal.

Tapi Allah maha adil. Meski kita tak mampu membaca, tapi hanya dengan memegang, melihat dan mendengar orang yang membaca Al Qur’an saja, Allah akan tetap akan memberikan ganjaran.

Di depan Ka’bah, aku merayu dan memohon kepada Allah agar hati ini diberi jalan. Diberi kemudahan untuk membaca dan menikmati keindahan Al Qur’an. Alhamdulillah, Allah makbulkan.

Tahun 2017 ini, Allah izinkan aku lagi untuk menjadi tamuNya dan kali ini aku sudah bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. Syukur, Alhamdulillah, kesalahan yang dulu telah tertebus.

Sebenarnya, aku berniat mengkhatamkan Al Qur’an di Mekah. Baru menyelesaikan 25 Juz, tapi tidak ada kesempatan lagi sebab waktunya sangat sempit.

Lagipula, aku juga tak ingin buru-buru karena kualitas bacaan itu lebih penting. Cukup dengan diberi izin oleh Allah untuk membaca Al Qur’an di Mekah sudah membuatku tenang.

Aku memang sedikit sedih karena tak sempat khatamkan Al Qur’an di Mekah. Tapi Alhamdulillah, separuhnya sudah aku habiskan di sini. Tinggal sedikit saja. Semoga Allah mudahkan semuanya.

Moral dari kisah ini adalah mintalah hajat apa saja kepada Allah. InsyaAllah Allah akan menunaikannya jika itu memang jalan terbaik bagi kita.

Selain itu, tak ada kata terlambat dalam hidup ini. Yang penting terus belajar dan mengamalkan. []

loading...
loading...