• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 15 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Tahukah Anda

Di Abad ke-18, Jenggot Pernah Diyakini Sebagai “Penangkal Kuman”

Oleh Yudi
5 tahun lalu
in Tahukah Anda
Waktu Baca: 2 menit baca
A A
0
rambut

Foto: Unsplash

0
BAGIKAN

DALAM Madzhab Syafi’i, memelihara jenggot hukumnya sunnah. Sedangkan mencukur jenggot itu hukumnya makruh. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623).

Meski saat ini memelihara jenggot lebih karena gaya daripada kegunaannya, dahulu jenggot pernah dianjurkan dokter demi menjaga kesehatan.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

BACA JUGA: Manfaat Jenggot Dunia Akhirat

Pada tahun 1800-an, jenggot sempat ngetren karena alasan yang sama sekali berbeda yaitu untuk kesehatan. Menurut sejarawan medis Inggris Alun Withey dari Universitas Exeter, jenggot sebenarnya diresepkan oleh dokter sebagai obat untuk penyakit umum seperti sakit tenggorokan dan dianggap sebagai filter udara alami. Meskipun terdengar konyol bagi kita sekarang, sebenarnya ada beberapa alasan di balik hipotesis tersebut.

Seperti yang dijelaskan Colin Schultz dalam Majalah Smithsonian, pada masa itu, kuman adalah penemuan yang relatif baru dan menakutkan. Bahkan saat ini pun, ketakutan kita akan kuman menyebabkan bisnis sabun antibakteri, semprotan dan pembersih rumah tangga laris manis, meskipun bukti ilmiah bahwa segala macam produk itu benar-benar bekerja sangat kurang.

Nah, bagi mereka yang tinggal di era Victoria, teori kuman penyakit sangat tenar, masyarakat tiba-tiba dihadapkan dengan rentetan berita yang mengabarkan pada mereka bahwa kuman yang mematikan dan tak kelihatan berkerumun di sekitar mereka. Itu lebih dari cukup untuk menyebabkan kepanikan, dan ketika panik, datanglah ide-ide aneh.

Semakin banyak pasien yang datang ke dokter untuk minta bantuan terhadap penyakit yang berhubungan dengan kuman. Beberapa dokter mendapat ide cemerlang. Mereka mengatakan kepada orang-orang agar menumbuhkan jenggot mereka untuk menyaring udara di sekeliling mereka.

Mereka juga mengklaim bahwa rambut pada wajah mungkin membantu menyaring racun lain, seperti debu batu bara dan kotoran-kotoran lain. Kombinasi pertempuran melawan kuman dan penyaring udara inilah yang akhirnya membuat orang-orang memilih memelihara jenggot mereka.

Sekarang kita tahu bahwa Jenggot juga mungkin populer karena alasan lain. Tapi tentu karena andil dokter yang menyiramkan bensin ke dalam api. Saat ini, kita tahu bahwa memiliki rambut di wajah tak cukup untuk melindungi kita dari kuman. Lagi pula, tak semua kuman buruk bagi kita, tapi hal baiknya, teori kuman menimbulkan kesadaran publik terhadap kesehatan.

Lucunya, menurut Lauren Friedman dari Business Insider, wajah berjenggot bisa kurang higenis daripada wajah yang bercukur. “Studi terbaru di Behavioral Ecology menunjukkan bahwa rambut di wajah dan tubuh berpotensi menjadi sarang dan tempat berkembang biak ektoparasit pembawa penyakit,” lapornya.

Tapi, penelitian tersebut bertentangan dengan penelitian baru lain yang diterbitkan dalam Journal of Hospital Infection, yang meneliti sampel dari 408 staf rumah sakit. Seperti yang dilaporkan David Nield Januari lalu, data menunjukkan bahwa staff yang bercukur tiga kali lebih mungkin memiliki methicillin-resistant Staph aureus (MRSA) pada kulit mereka daripada staf yang berjenggot.

BACA JUGA: Wajib kah Memelihara Jenggot?

Jenggot bukanlah perawatan paling konyol yang dipercaya publik sebelum ilmu pengetahuan mencapainya. Pada tahun 1700-an, dokter berpikir memberi udara melalui pantat seseorang bisa menyelamatkannya, terutama bagi korban tenggelam. Selama abad pertengahan, orang-orang dilaporkan harus kentut di dalam stoples untuk menangkal wabah.

Saat ini, pemahaman kita mengenai kuman sudah meningkat, masyarakat secara keseluruhan juga lebih sadar akan kebersihan dan bidang medis juga sudah lebih maju. Resep jenggot zaman dahulu lebih disebabkan karena kepanikan massa daripada pemahaman ilmiah apapun. Tapi, tetap menarik untuk melihat ke belakang dan melihat seberapa jauh kemajuan kita sekarang. []

SUMBER: SCIENCE ALERT | NATIONAL GEOGRAPHIC

Tags: jenggotkesehatan
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemimpin Negara yang Tak Mau Menyuruh Pelayannya

Next Post

Hadiri Perayaan Maulid, Dubes Uni Eropa untuk Fiji dan Pasifik Puji Nabi

Yudi

Yudi

Terkait Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

Berikut 7 Hadist tentang Muamalah

Oleh Sufyan Jawas
25 Oktober 2021
0
Hadist tentang muamalah

Dikutip dari halaman Swm, berikut hadist-hadist tentang muamalah.

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Bait-bait syair Imam Syafi’i yang Menyentuh dan Menggetarkan Jiwa

Oleh Dini Koswarini
26 Oktober 2022
0
Penilaian Manusia, Muhasabah, Imam Syafi'i, ujian, akad

Inilah Bait-bait syair Imam Syafi’i rahimahullah yang bisa kita jadikan sebagai keteladanan di saat kondisi seperti sekarang ini.

Lihat LebihDetails

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.