ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Demi Allah, Aku Tidak Akan Menceraikan Istriku

Foto: Panoramio
0 388

SIAPA yang tak kenal dengan Zainab binti Rasulullah? Anak dari manusia yang paling mulia ini sudah taka sing lagi di telinga kita. Ya Zainab binti Muhammad yang dikenal dengan kebaikan dan kisah rumah tangganya bersama Abu Ash.

Kisah cinta Zainab binti Muhammad dengan Abu Ash mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Ya, Abu Ash yang sudah menikahi putri Rasulullah itu mendapatkan desakkan untuk menceraikan Zainab yang sudah memeluk agama Islam.

Abu Ash menunjukan sikap agung di hadapan orang-orang musyrik Mekah ketika mereka menuntutnya untuk menceraikan Zainab. Rasulullah sebelumnya telah menikahkan Ruqaiyah (Ummu Kultsum) dengan Utbah bin Abu Lahab. Namun, saat kaum Quraisy menentang dan memusuhi perintah Allah, mereka berkata, “Kalian membiarkan Muhammad memikirkan urusannya, maka kembalikan putri-putrinya agar ia sibuk memikirkan mereka.”

Mereka kemudian menemui Abu Ash dan berkata padanya, ‘Ceraikan istrimu itu, kami akan menikahkanmu dengan siapapun wanita Quraisy yang kau inginkan.’

‘Tidak, demi Allah aku tidak akan menceraikan istriku. Aku tidak ingin menggantikan istriku dengan siapapun wanita Quraisy,’ jawab Abu Ash.

Rasulullah memuji jalinan pernikahan Abu Ash ini. Setelah itu, mereka menemui Utbah in Abu Lahab lalu berkata padanya, ‘Ceraikan putri Muhammad. Kami akan menikahkanmu dengan siapapun wanita Quraisy yang kau inginkan.’

Utbah berkata, ‘Kalau kalian bersedia menikahkanku dengan putri Aban bin Sa’ad bin Ash, aku bersedia menceraikan istriku.’

Quraisy kemudian menikahkan Utbah dengan putri Sa’id bin Ash dan menceraikan putri Rasulullah sebelum menggaulinya. Allah melepaskan Ruqaiyah dari tangan Utbah sebagai kemuliaan baginya, sekaligus sebagai penghinaan bagi Utbah. Setelah itu, Ruqaiyah dinikahi Utsman bin Affan.

Di mekah, Rasulullah tidak bisa berbuat apa pun, tidak bisa memberlakukan halal atau haram. Islam memisahkan antara Zainab binti Rasulullah saat masuk Islam dengan Abu Ash bin Rabi’. Hanya saja, Rasulullah tidak kuasa memisahkan di antara keduanya. Zainab tetap tinggal bersama Abu Ash. Zainab tetap berpegang teguh pada Islam, sementara Abu Ash tetap musyrik, hingga Rasulullah berhijrah. []

Sumber: Biografi 35 Shahabiyah Nabi/Karya: Syaikh Mahmud Al-Mishri

Comments
Loading...