ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Delapan Amal Ini Datangkah Syafaat di Hari Kiamat Kelak

0

SYAFA’AT yang diperoleh seorang muslim akan menjadi saksi amalan kebaikan baginya saat di hari kiamat kelak. Lantas amalan apa sajakah yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

1. Tauhid dan Mengikhlaskan Ibadah Kepada Allah Serta Ittiba’ Kepada Rasulullah SAW

Nabi SAW pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling bahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?” Nabi menjawab, “Yang paling bahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah, orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah dengan ikhlas dari hatinya atau dirinya,” (HR Bukhari, no. 99).

2. Shalatnya Sekelompok Orang Muslim Terhadap Mayit Muslim

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mayit dishalatkan oleh sekelompok orang Islam yang jumlah mereka mencapai seratus, semuanya memintakan syafa’at untuknya, melainkan syafa’at itu akan diberikan pada dirinya,” (HR Muslim, no. 947, 58).

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, melainkan Allah akan memberikan syafa’at kepadanya,” (HR Muslim, no.948, 59).

3. Shalawat pada Nabi Muhammad SAW

Dari Ibnu Mas’ud, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah, yang paling banyak shalawat kepadaku,” (HR Tirmidzi, no.484).

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat,” (HR. ath-Thabrani).

4. Puasa, Baik Puasa Wajib Maupun Sunnah

Rasulullah SAW bersabda, “Puasa dan al Qur`an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada hari Kiamat kelak. Puasa akan berkata, “Wahai, Rabb-ku. Aku telah menahannya dari makan pada siang hari dan nafsu syahwat. Karenanya, perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.” Sedangkan Al Qur`an berkata,  “Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari. Karenanya, perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya.” Maka keduanya pun memberi syafa’at,” (HR Ahmad).

5. Senantiasa Berdo’a setelah Adzan

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca ketika mendengar adzan ‘Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah al wasilah (derajat di surga), dan keutamaan kepada Muhammad, dan bangkitkan beliau, sehingga bisa menempati maqam terpuji yang engkau janjikan’. Maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat,” (HR Bukhari no.614, dari Jabir bin Abdillah).

6. Memperbanyak Sujud

Dari Rabi’ah bin Ka’ab al Aslami, dia berkata, “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku mendatangi beliau sambil membawa air untuk wudhu’ beliau. Kemudian beliau berkata kepadaku,’Mintalah’. Aku berkata,’Aku minta untuk dapat menemanimu di surga,’ kemudian beliau berkata, ‘Atau selain itu?’ Aku berkata,’Itu saja’. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tolonglah aku atas dirimu dengan banyak bersujud,” (HR Muslim, no.489, 226).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersaba, “Apabila Allah telah selesai memutuskan diantara hamba-hambanya, dan Allah ingin mengeluarkan hamba-hambanya yang terjatuh ke Neraka bagi hamba yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya kepada Allah (maksudnya Ahli Tauhid), Allahpun memerintahkan para malaikat-Nya untuk mengeluarkan hamba-hamba yang menyembah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, maka para malaikat mengeluarkan mereka dari Neraka. Malaikat mengetahui tanda-tandanya dari bekas-bekas sujud dari anggota badannya. Dan Allah juga telah mengharamkan api neraka untuk tidak memakan bekas-bekas sujud dari anggota badan para hambanya,” (Shahih, HR. Bukhari (7437), Muslim (182)).

7. Membaca al Qur`an, Mentadabburinya, dan Mengamalkan Isinya

Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah al Qur`an. Sesungguhnya al Qur`an akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi sahabatnya,” (HR Muslim, no.804).

8. Tinggal di Madinah, Sabar Terhadap Cobaannya, dan Wafat Disana

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang sabar terhadap kesusahannya (Madinah) kemudian dia mati, kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya, atau menjadi saksi baginya pada hari Kiamat. Jika dia seorang muslim,” (HR Muslim, no.1374, 477; dari Abu Sa’id al Khudri).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang dari umatku sabar terhadap cobaan Madinah dan kesusahannya, kecuali aku akan memberikan syafa’at padanya atau menjadi saksi baginya pada hari Kiamat,” (HR Muslim, no.1378, 484; dari Abu Hurairah).

“Barangsiapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah disana. Sesungguhnya aku akan memberi syafa’at bagi orang yang mati disana,” (HR Ahmad, II/74,104; Tirmidzi, no.3917; Ibnu Majah, no.3112; Ibnu Hibban, no. 3741, dari Ibnu Umar. Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih”).[]

Sumber: Arsip Islampos

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...