ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Tak Ingin Disebut Pengganggu, Pejabat Iran: Raja Yordania ‘Tolol dan Ceroboh’

0

YORDANIA—Pemerintah Yordania dilaporkan telah memanggil Duta Besar Iran untuk Amman, Mujtaba Fardousi Bour. Pasalnya, pemerintah Yordania tersinggung dengan pernyataan seorang pejabat Iran yang ‘merendahkan’ Raja Abdullah.

Dalam sebuah wawancara, Raja Abdullah menatakan bahwa Iran terlalu ikut campur dan terlibat dalam ‘masalah strategis’ di Timur Tengah.

“Ada upaya untuk menghancurkan hubungan geografis antara Iran, Irak, Suriah, dan Lebanon,” ujar Raja Abdullah seperti dimuat Saudi Gazette, Senin (11/4/2017).

Raja Abdullah menambahkan bahwa Pasukan Iran berada terlalu dekat dengan Yordania. Mengenai hal ini, Raja Abdullah bersumpah bahwa kelompok manapun yang mendekati perbatasan ‘tidak akan ditoleransi’.

Dalam respons yang diterbitkan kantor berita FARS, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghassemi membalas komentar Raja Abdullah dan menyebutnya ‘tolol dan ceroboh.’

“Tampaknya Raja Yordania membuat kesalahan mendasar dan strategis dalam mendefinisikan terorisme,” kata Ghassemi.

Kementerian Luar Negeri Yordania pada hari Ahad mengatakan telah memanggil Duta Besar Iran di Amman, Mujtaba Fardousi Bour, untuk menyampaikan ‘protes bernada keras’.

Amman menyatakan komentar Ghassemi ‘tidak dapat diterima’ dan ‘usaha telah gagal mengaburkan peran sentral Kerajaan Yordania dalam mendukung keamanan dan stabilitas regional dan memerangi terorisme.

Yordania saat ini menjadi rumah bagi puluhan ribu pengungsi Suriah yang lari dari konflik berkepanjangan di negaranya. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...