islampos
Media islam generasi baru

Cinta Terlarang

Foto: Health Line
0

oleh Maimon Herawati

Pemerhati Palestina, Dosen, Tinggal di Bandung

 

BICARA tentang cinta terlarang, sebenernya sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Contoh penyebaran virus HIV tercepat (Tribun Jabar, Desember 2010) di Jawa Barat ada di Sumedang, kecamatan tertinggi pengidap HIV adalah Jatinangor.

Ada sekitar 500 orang yang aktif di komunitas gay Jatinangor. Penjualan kondom tertinggi pada Sabtu dan Minggu. Ini realitanya. Mengapa hal itu malah banyak terjadi di daerah pendidikan?

Di kalangan mahasiswa ada anggapan kalau masih virgin artinya ada yang salah dengannya. Ada juga hasil penelitian yang menunjukkan anggapan anak SMA, jika masih virgin maka rendah martabatnya. Tingkat pengguguran kandungan secara ilegal di Jatinangor termasuk tinggi juga. Realita dan fakta ini ada di sekitar kita.

Ada mahasiswa yang sudah dua kali menggugurkan kandungannya. Di salah satu fakultas juga ada iklan pendamping wisuda plus plus. Kenapa ini bisa terjadi?

Karena cinta terlarang.

Karena hormon remaja-remaja seperti kalian, mahasiswa, sedang bergejolak. Melihat lawan jenis penuh dengan keinginan tertentu. Oleh karena itu, untuk keselamatan patuhi lah rambu-rambu Allah, “Jangan dekati zina”

Perintah Allah adalah jangan dekati, bukan jangan lakukan. Ibarat tiang ini, jangan dekati, bukan jangan pegang.

Untuk menjaga supaya tidak mendekati zina, rambu pertamanya adalah jagalah pandangan matamu. Agar tidak menimbulkan keanehan di antara teman-teman, ada kiat khusus. Lihat lah lawan bicara 20 cm dari telinga, atau lihat bahunya. Hindari melihat mata ke mata.

Rambu kedua, jangan berdua-duaan di tempat yang tersembunyi. Jaman sekarang, berdua-duaan itu sms-an, chating, skype, messange Facebook. Apapun yang orang lain tidak bisa akses. Maka curigai kawan perempuanmu yang me-lock atau sangat menjaga hp-nya. Hati hati dengan bahaya medsos.

Rambu ketiga, jangan campur baur atau ikhtilat. Saat ini campur baur sudah sangat luar biasa, bahkan di lingkungan sekitar masjid. Maka jangan heran kalau ada akhwat yang hamil di luar nikah, dengan pasangan ikhwan, yang katanya aktivis masjid juga. Bagaimana bisa? Dia kan pake jilbab?

Inilah akibat cinta terlarang. “Tai kuda rasanya coklat”. Logika sudah tidak bisa diajak berpikir.

Zina itu sifatnya pelan-pelan. Dilanggar secara perlahan-lahan. Dimulai dengan yang sederhana, seperti rapat campur baur, lelaki dan perempuan, dengan waktu yang lama. Lanjut dengan berdua-duaan di media sosial. Berikutnya tatapan mata secara tidak langsung, stalking gebetan di media sosial. Terus hingga pacaran, lalu hamil di luar nikah.

Ketika kita tidak bisa menjaga mata, hati-hati, lelaki itu bisa masuk mimpi. Kalau mimpi wanita sih masih aman lah ya. Nah, kalau lelaki yang bermimpi? Bahaya. Bangun tidur harus mandi dia.

Gak mau kan dijadikan seseorang yang dimimpikan hingga lelaki harus mandi junub? Itula sebabnya, ada perintah berpuasa, olahraga, atau kalau tidak tahan lagi segera menikah.

Cinta terlarang, selalu dibuat indah oleh syetan. Perasaan suka memang normal, manusiawi, yang menjadikan ia terlarang ialah saat rambu-rambu tadi kita langgar. Maka kita harus pandai mengatur perasaan.

Seringkali perempuan merasa “duh Teh, rasanya aku tidak bisa hidup tanpa dia.” Ya sudah, lamar saja dia. Boleh kok kita sebagai perempuan memberikan isyarat pada lelaki. Seperti Khadijah pada Rasulullah SAW. Carilah perantara. Allah akan lebih meridhai pasangan yang sudah ada feeling lalu diikat dengan ikatan suci, dari pada mereka yang curi-curi start.

Allah menganugerahkan perasaan, tapi Allah juga memberikan kekuatan untuk mengontrolnya. Semua akan kembali pada AL-Quran. Saat hati kita sedih karena rasa itu, baca Al Quran lah. Minta sama Allah kesembuhan. Al Quran adalah obat hati.

Jika kita menjaga diri, Allah akan berikan yang terbaik nanti.

Percayalah, saat belum terikat akad, iblis akan membuat indah segala sesuatunya. Saat sudah diikat akad, iblis akan berusaha membuat pasangan ini bercerai.

So, untuk para muslimah, jadilah bunga-bunga di taman surga yang indah. Pastinya banyak godaan. Semakin menjaga diri seorang perempuan, semakin banyak yang suka. Lelaki itu banyak yang suka bermain-main dengan perempuan, tapi giliran cari istri milih, mencari yang masih suci, yang terjaga.

Perempuan yang baik untuk lelaki yang baik. Itu janji Allah. Carilah seseorang yang akan bekerja bersama kita ke Surga.

Pertanyaan:

“Jaman sekarang itu yang namanya pacaran adalah hal yang lumrah. Nah, ketika mereka ada masalah pasti curhat ke kita, tapi giliran disuruh salat gak mau. Kedua, sekarang lagi marak LGBT. Temen-temen selalu bilang, jangan bawa bawa agama, ini adalah hak tiap orang. Bagaimana saya menyampaikan ke mereka tapi tidak terkesan menggurui?”

Teman-teman yang berwajah teduh ini memang magnet untuk mereka yang sedang galau, sering dijadikan tempat sampah bagi mereka yang sedang galau. Bersyukurlah Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat baik. Dengarkan, berikan solusi. Ajak solat terus. Kita harus menjadi pendengar yang baik untuk mereka yang sedang galau-galau tadi.

Untuk LGBT, ga usah bawa bawa agama lah. Binatang saja tahu yang jantan kawin sama betina. Berarti jika ada pasangan sesama jenis, itu lebih bodoh dari binatang. Salah seorang mahasiswa juga ada yang bilang, “itu kan local wisdom”. Tantang temen kamu memakai koteka ke jatos, kan kearifan lokal. Berani gak?

Kenapa istri Nabi Luth dimarahi Allah? Padahal dia punya suami? Bukan lesbian? Karena dia mendukung perilaku LGBT. Jadi jika kita di kampus diam saja saat ada orang yang pro LGBT, hati-hati dilaknat Allah juga.

LGBT, biasanya dimulai dari pornografi. Banyak yang beranggapan, “Gak papa bu, kan udah diatas 18 tahun, untuk pengetahuan saat nikah nanti,”. Padahal, yang dipertontonkan aurat orang lain. Ada rambu yang harus diikuti. Jika sudah menonton porn, ada perasaan ingin mengikuti. [rf/Islampos]

 

loading...
loading...