ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Bunda, Ini 6 Makanan yang Patut Dihindari Saat Menyusui

0

Advertisements

ASI adalah makanan terbaik bagi sang buah hati. Bagi ibu menyusui, memberikan ASI eksklusif kepada bayi usia 0 – 6 bulan adalah yang terbaik untuk perkembangan bayi. Bahkan Islam menganjurkan kepada para ibu untuk menyusui bayinya hingga usia dua tahun.

Seorang ibu yang baru melahirkan dan mulai menyusui sebaiknya menjaga nutrisi dan makanannya agar bisa memberikan ASI kepada sang buah hati. Mengutip Hamil.co.id, berikut enam makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu yang sedang menyusui.

Semua makanan pedas

Semua jenis makanan pedas juga termasuk makanan yang dilarang untuk ibu menyusui. Makanan yang memiliki rasa pedas bisa memicu maag pada ibu menyusui, mual, muntah dan diare. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu menyusui sakit sehingga tidak bisa merawat bayi dengan baik. Kemudian zat atau rasa pedas dari makanan pedas ini juga akan terserap ke ASI sehingga bayi Anda juga bisa terkena diare. Selain makanan pedas maka rempah-rempah yang memiliki rasa pedas dan kuat juga tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kelompok tanaman mint

Selain itu semua ibu menyusui sebaiknya juga tidak mengkonsumsi semua jenis tanaman dari keluarga mint. Beberapa tanaman ini termasuk parsley, daun mint, peppermint dan basil. Semua jenis daun ini mengandung senyawa aktif yang terdapat pada minyak esensial yang bisa menyebabkan produksi ASI menurun dengan cepat. Kemudian jika dikonsumsi oleh ibu menyusui juga bisa menyebabkan masalah pencernaan dan denyut jantung ibu menjadi lebih cepat.

Jeruk

Semua jenis buah yang termasuk dalam kelompok buah jeruk sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui. Jeruk bisa menyebabkan masalah yang sangat berat untuk ibu dan bayi karena jeruk mengandung senyawa yang bisa membuat bayi muntah setelah minum ASI, menangis terus menerus karena perut tidak nyaman dan ruam kulit. Kondisi ini bisa disebabkan karena kandungan vitamin C dalam buah jeruk belum bisa diterima oleh bayi. Sebagai buah pengganti maka ibu bisa mengkonsumsi pepaya, mangga dan nanas.

Coklat

Ibu menyusui juga sama sekali tidak bisa menerima kafein, karena kafein bisa menyebabkan dampak yang serius untuk bayi. Bayi Anda masih sangat muda untuk menerima kafein sehingga bisa menerima beberapa dampak seperti  perut kembung pada bayi,  bayi sering menggeliat, bayi sering buang angin dan gangguan pencernaan termasuk diare, mual dan muntah. Coklat termasuk salah satu jenis makanan yang mengandung kafein. Bahkan kandungan kafein dalam coklat seberat 100 gram bisa mencapai 5 – 35 mg kafein. Selain coklat maka bahan lain yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Semua bahan ini termasuk dalam makanan yang dilarang setelah melahirkan.

Makanan mentah

Berbagai jenis makanan mentah seperti sushi, lalapan sayuran mentah, telur mentah dan makanan yang sering dikonsumsi mentah sebaiknya tidak dimakan oleh ibu menyusui. Semua jenis makanan mentah ini bisa menyebabkan ibu menyusui terkena racun dari bakteri atau virus yang terkandung dalam makanan tersebut. Beberapa keracunan yang sering terjadi akibat makanan mentah termasuk seperti keracunan salmonella. Tanda keracunan ini bisa membuat ibu diare, mual, muntah hingga kehilangan kesadaran. Reaksi keracunan bisa terjadi pada bayi akibat menerima ASI dari ibu.

Makanan yang mengandung gas

Semua jenis makanan yang mengandung atau memicu gas perut sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui. Makanan yang mengandung gas tinggi bisa menyebabkan bayi mengalami perut kembung, sering menggeliat, kolik hingga menangis tiba-tiba yang memicu kolik. Makanan yang mengandung gas bisa menyebabkan lambung dan usus mengalami iritasi sehingga bayi juga akan muntah setelah mendapatkan ASI. Beberapa makanan yang memicu gas tinggi termasuk sepertin brokoli, kubis, kembang kol, dan terong. []

SUMBER: HAMIL.CO.ID

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline