islampos
Media islam generasi baru

Buah Nabung Bertahun-Tahun, Tukang Becak Ini Akhirnya Bisa Umroh

Foto: Solopos
0

BELASAN tahun menabung untuk umroh, akhirnya Sri Mulyono bisa pergi umroh bulan maret 2017 mendatang. Tidak mudah bagi Sri Mulyono melakukan hal itu bertahun-tahun. Apalagi ia adalah seorang tukang becak yang penghasilannya tidak menentu.

“Dulu ketika timbul niat ibadah umrah, saya tidak tahu kapan itu akan terwujud. Tapi dengan keyakinan bahwa saya bisa, saya tidak masalah harus menunggu lama,” ujar Sri Mulyono yang akrab dipanggil Uut saat dijumpai Solopos di sekitar lokasi mangkalnya di Jl. KH. Samanhudi, Solo kawasan pondok pesantren Ta.mirul Islam, Mangkuyudan, Sabtu (07/01/2016).

Uut harus berjuang dari pagi sekitar pukul 05.30 WIB hingga larut malam setiap hari untuk menunggu penumpang yang akan menggunakan jasanya. Pernah beberapa kali tidak ada satu pun penumpang yang menghapirinya. Baginya, hal itu sudah menjadi risiko pekerjaan.

Hati mulia pun ditunjukkan laki-laki kelahiran 1961 ini. Ketika hasil tarikan tak begitu banyak, dia lebih baik menyedekahkan uang itu kepada orang yang lebih membutuhkan.

“Kalau hasilnya sedikit, kadang saya kasihkan kepada pengemis yang kondisinya payah. Saya yakin Allah akan menggantinya. Dan benar saja, besok-besoknya penumpangnya banyak,” kata dia.

Setelah belasan tahun, pekan lalu tabungannya mencapai Rp. 24juta sehingga ia memberanikan diri mendaftar umrah ke Biro Haji dan Umrah Ta’mirul Islam Al Mabrur tak jauh dari tepat dia mangkat. “berangkatnya Maret. Semoga lancar,” ucap Uut sambil pamit untuk salat Asar.

Direktur Biro Haji dan Umrah Ta’mirul Islam Al Mabrur, Nurrohmat saat dujumpai di kantornya mengatakan Uut sudah melakukan pembayaran pada 6 Januari lalu. “Ya. Pak Uut sudah membayar biaya umrah kepada kami tanggal 6 Januari lalu,” kata dia.

Nurrohmat menambahkan, biaya umrah sebenarnya Rp24,5 juta belum termasuk biaya pengurusan paspor dan vaksin meningitis. “Tapi setelah kami berkonsutlasi dengan pimpinan pondok, kami sepakat membantu Pak Uut dengan melunasi kekurangannya,” imbuhnya.

Sementara salah seorang warga Mangkuyudan Sri Harjo, mengatakan Uut dikenal sebagai tukang becak yang baik karena suka membantu orang lain dengan caranya sendiri. “Kadang dia tidak mau dibayar karena yang diantar terlihat kurang mampu.” []

loading...
loading...