ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Bisakah Melihat Allah (1)

0

“BISAKAH kami melihat Allah swt, Tuhan kami, kelak pada hari Kiamat,” sebuah pertanyaan berani dilontarkan saat itu oleh sekelompok orang kepada Nabi saw.

Abu Said Al-Khudry yang melihat langsung, tak sabar menunggu seperti jawaban Nabi saw untuk pertanyaan kontroversial ini.

BACA JUGA: 10 Mukjizat Ini Allah Karuniakan kepada Nabi Muhammad

“Ya, bisa,” suara Rasulullah terdengar utarakan jawaban.

“Apakah kalian kesulitan untuk melihat matahari pada siang hari yang cerah dan tanpa mendung sedikitpun? Apakah kalian kesulitan melihat bulan saat purnama di langit yang cerah tanpa awan sedikutpun? Jawaban retoris Nabi ajukan kepada orang-orang itu.

Kompak mereka menjawab, “Tentu saja tidak, ya Rasulallah.”

“Nah, maka kalian pun tidak akan sulit melihat Allah nanti pada hari Kiamat. Tak lebih seperti kalian melihat orang di depan kalian.”Nabi tegaskan maksud jawaban retorisnya.

Pada hari Kiamat kelak, mereka yang menyembah selain Allah, semuanya berjatuhan ke Neraka. Tersisa kini orang-orang beriman saja yang hanya menyembah dan mempertuhan Allah swt. Lalu dibentangkanlah jembatan di atas Jahanam untuk mereka sebrangi menuju Surga.

“Ya Allah, selamatkanlah kami, selamatkanlah”Begitu mereka meminta kepada Allah swt.

Dalam sekejap mata sebagai dari mereka tuntas menyeberang. Ada lagi yang secepat kilat. Ada yang sekencang angin. Ada yang seprti burung. Ada yang sesigap lari kuda. Bermacam-macam.

Mereka terkejut, banyak sahabat yang mereka kenal baik di dunia ternyata masuk Neraka. Merekapun memelas dan memohon kepada Allah swt. Tak pernah ada permohonan penuh iba seperti sebelumnya di dunia ini.

“Ya Allah, mereka dulu sama suka puasa seperti kami. Shalat seperti kami. Juga mereka haji seperti kami.”Pinta mereka memelas-melas penuh iba.

Terdengarlah suara.

BACA JUGA: Hatimu Tenang dengan Mengingat Allah

“Silakan kalian keluarkan orang yang kalian kenal!”

Seizin Allah, kaum muslimin mengeluarkan banyak kenalan mereka dari Neraka. Kenalan yang beruntung itu, betis dan lutut mereka telah terbakar api Neraka. Beruntung sekali mereka, api Neraka tak jadi melahap mereka.

Loading...

“Ya Allah, telah kami keluarkan semua sesuai izin dari-Mu.” []

K.H. Marfu Muhyiddin Ilyas, MA
A’wan PCNU Kabupaten Purwakarta Jawa Barat
Direktur Pembinaan  Sekolah Menengah  dan Perguruan Tinggi Muhajirin
IG: @guru4ngaji

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Comments
Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend