• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 29 Agustus 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Dari Anda Renungan

Bila Allah Tak Ada dalam Jiwa Kita

Oleh Adam
7 tahun lalu
in Renungan
Waktu Baca: 3 menit baca
A A
0
Foto: Aldi/Islampos

Foto: Aldi/Islampos

1
BAGIKAN

 

Oleh: Ramadhan Aziz, Pengajar di SMKIT Insan Toda Bogor

BAGAIMANA mungkin masih ada jiwa yang leluasa berjalan dengan membusangkan dadanya seolah ia lupa bahwa ada yang menyaksikan. Bagaimana mungkin masih ada jiwa yang merasa aman akan kelalaiannya padahal di depannya telah ada yang siap menantikan. Bagaimana mungkin masih ada jiwa yang merasa hidupnya akan abadi padahal di hadapannya telah ditunggu pengakuannya. Mungkinkah ia hanya sekadar lupa atau berpura-pura untuk lupa bahwa hidupnya hanyalah untuk membuktikan pengabdiannya kepada-Nya?

Masih adakah seorang muslim yang mengatakan bahwa ia masih mencintai Tuhannya? Tapi ia lupa bahwa cinta yang sesungguhnya adalah bentuk ketaatan kepada Allah. Bagaimana mungkin lisannya masih fasih mengatakan bahwa ia adalah insan yang begitu mencintai Allah.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Padahal jelas-jelas nyata bahwa ia perlahan telah mengisi waktunya dengan melupakan-Nya. Tentu, sebuah pengakuan saja tidak akan menjadi jawaban atas perkataannya di hadapan-Nya. Sebuah pengakuan adalah ruang pembuktikan bahwa apa yang dikatakan mampukah menjadi energi kebaikan yang membawanya pada kedalaman hati dan menjadi bukti ketaatan kepada-Nya.

Masihkah ada secercah dalam hati kita bahwa kita hadir dalam hidup ini semata bagian dari bentuk keinginan kita mengabdi dihadapan.-Nya. Bila kita hanya terus mengisi hari-hari dengan ragam kelalaian mungkinkah kita akan mendapatkan Syurga yang selama ini kita rindukan?

Bagaimana mungkin kita ingin mendapatkan itu bila untuk menghadirkan Tuhan saja dalam aktifitas kita terasa berat dan kita malah membiarkan itu bersemayam dihati. Kita pura-pura lupa, bahwa yang membiarkan desah nafas yang masih mengalir ini ialah Tuhan yang selama ini kita lupakan dan jauhi dalam hidup kita. Tentu kita perlu menyadari setiap rangkaian perjalanan hidup ini kelak akan ada penghakiman atas tingkah-tingkah busuk dalam diri kita.

Selama ini, banyak diantara kita hanya menjadikan Tuhan sebagai pemenuh kebutuhan saat kita berada dalam kesulitan saja. Kita hanya akan datang dan mengingat-Nya tatkala kita sudah merasa dalam kesulitan yang mendalam. Diluar itu kita menjadi manusia yang benar-benar seolah tidak mengakui kehadiran Tuhan. Bila itu yang terus kita lakukan, maka akan tibalah masa tatkala Tuhan akan menutup rapat-rapat hati kita.

Tak hanya itu Tuhan akan membiarkan pula menutup rapat-rapat pendengaran, penglihatan dari setiap kebenaran yang datang. Sebagai mana Tuhan menutup rapat orang-orang kafir. Yang tatkala datang kepadanya kebenaran ia tak berarti apa-apa dan tak membuatnya berubah. Bila itu benar-benar yang terjadi, kita hanya akan menjadi manusia yang berada dalam kerugian yang nyata.

Bila setiap kita menghadirkan Tuhan dalam setiap rangkaian aktivitas kita, tentu mungkin tak akan ada cerita seorang anak yang durhaka terhadap kedua orangtuanya, takkan ada pula cerita seorang pemimpin yang dzolim kepada rakyatnya, takkan ada cerita seorang wanita yang menggadaikan kehormatan dirinya, takkan ada cerita yang membuat jiwa terporak-porandakan dengan tindakan maksiat yang merugikan diri sendiri dan orang sekitarnya.

Bila Tuhan selalu ada dalam setiap jiwa kita, tentu kita akan mendengarkan cerita kesholihan seorang anak terhadap orangtuanya, menyaksikan pemimpin yang dicintai rakyatnya karena keteladanannya, dan segudang cerita yang menghantarkan bahwa hidup ini adalah rangkaian cerita satu kesatuan yang indah.

Kita telah semakin jauh dari-Nya dan semenjak itu banyak yang telah hilang dari kehidupan kita. Hidup menjadi rangkaian selaksa peristiwa yang menakutkan kemudian membuat hidup kita mencekam dan jauh dari ketenangan. Kadangkala setiap diantara jiwa kita merasa bahwa hidup seolah tanpa warna dan makna. Hanya kejenuhan yang mengisi hari-hari kita. Dan saat itu semua kita rasakan kita hanya menjadi manusia yang tak bernilai bila tanpa ada tarikan dalam hati dan jiwa untuk berubah dan menghadirkan Tuhan.

Jangan pernah mau terus membiarkan diri jauh dari Tuhan. Apalagi tidak menjadikan Tuhan sebagai tujuan utama jiwamu hidup. Bila itu, ketahuilah engkau telah salah mengambil jalan dan bersiaplah dalam jurang kesesatan dan kehancuran.

Semoga Allah senantiasa bisa adam dalam hati kita. Semoga ada manfaatnya. []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word

Tags: Allah SWTJiwa
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Israel dan Hamas ‘di Ambang Peperangan’?

Next Post

Dia (Tidak) Cantik!

Adam

Adam

Dengan Ilmu, engkau berani bertindak dan dapat menahan diri untuk diam

Terkait Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

Tidak Ada Bukti Jean-Claude Van Damme adalah Muslim

Oleh Saad Saefullah
11 November 2022
0
Jean-Claude Van Damme

Setelah ditelusuri, tidak ada satupun bukti bahwa Jean-Claude Van Damme pernah mengatakan ini.

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Ayat Al-Quran tentang Masjid

Oleh Sufyan Jawas
1 November 2021
0
Ayat Al-quran tentang masjid

Saking pentingnya dalam kehidupan seorang Muslim, ada beberapa ayat Al-Quran tentang masjid. 

Lihat LebihDetails

21 Sifat Manusia Menurut Al Quran

Oleh Laras Setiani
17 Oktober 2019
0
ilustrasi.foto: kiblat

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya...

Lihat LebihDetails

Siapakah Saudara yang dirindukan Nabi?

Oleh Eneng Susanti
21 Agustus 2019
0
Ilustrasi. Foto: Kluje

Coba pikirkan, siapa yang lebih dekat daripada saudara kandung?

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.