islampos
Media islam generasi baru

Berpihak ke Israel, Presiden AS Tuduh Hamas Organisasi Teroris

Foto: PIP
0

GAZA–Tak ada yang baru dalam statemen Presiden Amerika, Donald Trump soal Hamas kecuali hanya mengangkat Israel dan berusaha mengkriminalkan perlawanan bangsa Palestina yang legal menghadapi penjajah yang berada di jantung ibukota Arab. 

Para pengamat menyebut pertemuan tingkat tinggi Trump di Saudi sebagai KTT perjanjian ekonomi yang mengabaikan cita-cita dan derita bangsa Arab secara umum, terutama penderitaan bangsa Palestina secara khusus yang hidup di bawah penjajahan. 

Trump menyampaikan pidatonya pada Mei lalu di Ibukota Saudi, Riyadh, Ia menyebut Hamas merupakan organisasi yang melakukan tindakan terorisme dan mendapatkan kecaman luas dari Palestina. 

Hamas menolak statemen Presiden Trump yang menyebut perlawanannya disebut sebagai terorisme dan itu menandakan Amerika berpihak kepada Israel. Hamas adalah gerakan pembebasan nasional yang membela hak-hak Palestina. faksi-faksi Palestina lainnya. 

Yang baru dalam penyebutan Hamas sebagai teroris, menurut pengamat politik, Raid Nairat bahwa hal itu disampaikan di depan 55 pimpinan Arab dan dunia Islam, sebagiannya berbeda sikap dengan Hamas dan sebagian lain sepakat pada beberapa bagian yang kemudian meragukan manfaat pernyataan Trump. 

Raid menyebut, yang terpenting adalah politik apa yang dilakukan negara-negara di atas terhadap tuduhan Trump dan apakah sikapnya kuat atau tidak jelas terhadap Palestina dan gerakan perlawanan. Absennya Turki di dalam pertemuan itu menjadi faktor optimism yang memiliki pengaruh dalam politik kawasan.

Sementara itu, pengamat politik lain Ahmad Rafiq bahwa labelisasi Trump terhadap Hamas hanya ingin mengacaukan persoalan dan mencari simpati Israel. Sebab Hamas tidak memiliki kaitan dengan ISIS atau mirip dengan Hezbollah dalam misi dan proyeknya. 

Ia menyatakan, Trump dalam pidatonya mengatakan kepada Arab, “Masalah kalian dengan Iran, bukan dengan Israel.” Trump tidak jujur ketika menyatakan bahwa konflik bukanlah konflik agama. Padahal Israel memproklamirkan diri sebagai negara yahudi yang setiap saat menyerbu Masjid Al-Aqsha. []

Sumber: PIP

loading...
loading...