ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Berkicau soal Perang, Model yang Juga Mantan Mata-mata Rusia Ini Sebut Inggris Harus Dihancurkan

0

Advertisements

MOSKOW—Anna Chapman, seorang model yang pernah menjadi mata-mata Rusia di Inggris, berkicau soal konflik yang terjadi antara Inggis, AS, konflik Suriah termasuk kisruh Rusia dengan Inggris terkait serangan terhadap seorang agen ganda Sergei Skripal di Salisbury, Inggris.

Anna menulis di akun media sosialnya bahwa Rusia harus menghancurkan Inggris jika perang terjadi.

“Jika nanti ada perang militer terbuka dan Tuhan menyertai kita, maka konflik ini bukan hanya Rusia dengan AS di Suriah, namun juga Rusia harus menghancurkan kapal dan pesawat tempur lainnya,” kata Chapman, perempuan 36 tahun tersebut soal kapal dan pesawat tempur Inggris.

Sebelumnya, Inggris menuding Rusia sebagai dalang dibalik kritisnya kondisi Skripal akibat serangan racun saraf.

Tak hanya itu, Anna mengejek Perdana Menteri Inggris Theresa May yang disebutnya terobsesi dengan julukan “The Iron Lady” sebagaimana julukan publik kepada Margareth Thatcher.

Anna Chapman sendiri pernah menjadi agen –mata-mata- Rusia di Inggris sebelum penyamarannya terbongkar atas infromasi dari FBI.

Untuk membebaskan Anna, maka dilakukan tukar guling dengan pembebasan Skripal, agen Rusia yang ternyata bekerja untuk intelijen Inggris M16.

Berpulangnya Anna ke negeri Beruang Putih disambut bak pahlawan, namun ia dicekal dan tidak boleh menginjakkan kakinya kembali di negeri yang tersehor dengan Liga Inggrisnya itu. Anna kini beralih profesi menjadi Model.

Anna menuding bahwa Inggris ada di balik makin buruknya hubungan AS dan Rusia belakangan ini. []

Sumber: Mirror

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline