Berkat Bakso Lima Ribu, Pasutri Ini Mampu Tunaikan Umrah

Foto: NU Online
0 143

SIAPA yang tak ingin bertandang ke tanah suci, menjadi tamu Allah dengan melakukan ibadah haji atau umrah. Tentunya semuanya mengharapkannya. Namun tak semua Muslim mampu mewujudkan keinginan itu.

Namun jika tekad telah bulat meski kondisi ekonomi tak menentu—karena tak memiliki gaji bulanan—itu tak membuat pasutri ini patah arang untuk bertamu ke rumah Allah. Seperti yang dialami oleh Riski, 50, dan Fatima, 40. Pasutri yang berprofesi sebagai pedagang bakso dan es kelapa muda asal Jember ini dengan istiqomah menyisihkan pendapatannya selama 15 tahun.

Warga Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang itu akhirnya berangkat umrah pada 6 Desember lalu. Riski mengatakan, dia dan istrinya akan menjalankan umrah selama 20 hari, dengan 5 hari di Madinah dan 15 hari di Mekah.

“Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga, apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung,” ujar Riski, seperti dikutip dari laman resmi NU.

Setiap hari, Riski dibantu Fatima menggelar dagangan di pinggir jalan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dia menjual bakso seharga 5 ribu rupiah per porsi dan es kelapa muda seharga 6 ribu rupiah per mangkok.

Saat musim kemarau, es kelapa muda mereka cukup banyak diminati. Dalam sehari, Riski dan Fatima mampu menjual 100 hingga 125 butir kelapa.

Awalnya Riski memiliki tabungan sekitar 5 juta rupiah. Setelah berbicara dengan istrinya, keduanya memutuskan menggunakan uang itu untuk membuka rekening umrah.

“Saya buka rekening di sebuah bank,” kata Riski.

Selanjutnya, Riski tidak setiap hari menyetor tabungan. Dia dan istrinya mengumpulkan uang dulu dalam beberapa hari, hingga ada Rp500 ribu-Rp700 ribu.

“Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggaran dekat pasar itu sebesar Rp500 ribu atau Rp700 ribu. Itu untuk dua orang,” kata Riski.

Dengan niat kuat dan penuh ketekunan, pasangan ini akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci. ” Semua itu niat hati, Insya Allah bisa berangkat. Ini buktinya, saya berangkat umrah,” ucap Riski. []

loading...
loading...