islampos
Media islam generasi baru

Bebaskan Mubarak, Pengadilan Militer Mesir Dianggap Tidak Independen

Foto: Memo
0

KAIRO – Mantan diktator Mesir Hosni Mubarak telah bebas dari rumah sakit militer. Di rumah sakit itu, ia menghabiskan masa penahanan enam tahunnya dengan serangkaian tuduhan. Termasuk perintah pembantaian demonstran pada revolusi 2011 yang mengakhiri kekuasaannya selama tiga dekade.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa sistem peradilan Mesir kurang independen ketika memasuki isu-isu politik yang bersangkutan.

“Mesir memiliki peradilan militer yang tidak independen, karena masyarakat sebenarnya ingin melihat Mubarak dibawa ke pengadilan,” kata Hazem Salem, seorang komentator politik dari Kairo.

“Faktanya adalah Mubarak telah diberhentikan oleh aksi demonstrasi, ia diberhentikan oleh revolusi, ini adalah keputusan rakyat,  tetapi dalam beberapa kasus semua masalah yang berhubungan dengan politik di Mesir membuat peradilan tidak independen,” ungkap Salem kepada Press TV pada Jumat malam  (24/3/2017).

Sistem peradilan Mesir menyatakan Mubarak dihukum 25 tahun penjara hanya sekadar untuk menyenangkan masyarakat. Namun ketika situasi telah berubah dan tentara kembali ke baraknya, mereka membebaskan dia. Demikian tambah analis tersebut.

Menurutnya, Mubarak adalah seorang diktator, yang harus dibebankan dengan tuduhan kejahatan. Tapi di negara-negara seperti Mesir, masih menurut Salem,  ketidakadilan dibenarkan dan ilegalitas sedang digambarkan sebagai legalitas. [fq/islampos]

loading...
loading...