islampos
Media islam generasi baru

Batasi Jumlah Pengungsi, Trump Klaim Ingin Lindungi AS dari Teroris

0

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah-langkah baru demi mengamankan Amerika Serikat terhadap ancaman teroris Islam radikal dari luar, lapor BBC.

Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang antara lain melarang kehadiran pengungsi Suriah ke AS hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Dia juga memutuskan untuk membatasi jumlah pengungsi sebesar 50.000 jiwa – kurang dari separoh seperti jika dibandingkan keputusan Presiden AS sebelumnya, Barack Obama.

Dalam wawancara TV yang disiarkan Jumat waktu setempat, Presiden Trump akan memberikan prioritas kepada warga Suriah beragama Kristen yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan status pengungsi di masa depan.

Trump menandatangani perintah eksekutif di Kantor Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon, setelah dirinya melantik Menteri Pertahanan AS yang baru, Jenderal James Mattis.

Dalam upacara tersebut, Trump mengatakan: “Saya membangun langkah-langkah pemeriksaan baru untuk menjaga AS atas ancaman teroris Islam radikal dari luar. Kami hanya ingin memasukkan orang-orang ke dalam negara kita yang akan mendukung negara kita dan mencintai warganya.”

Naskah perintah eksekutif ini dirilis beberapa jam setelah ditandatangani oleh Trump. Berikut beberapa isi dari naskah tersebut:

  • Menghentikan sementara program penerimaan pengungsi selama 120 hari.
  • Melarang menerima pengungsi dari Suriah hingga ada “perubahan penting” yang akan dibuat pemerintah.
  • Menghentikan sementara selama 90 hari kedatangan orang-orang dari Irak, Suriah, dan negara-negara yang dianggap “menjadi perhatian khusus”.
  • Memprioritaskan pengajuan status pengungsi dengan latar belakang penganiayaan agama, utamanya orang-orang yang menganut agama minoritas di negara asalnya.

Membatasi jumlah pengungsi sebesar 50.000 pada tahun 2017 – kurang dari setengah seperti yang digariskan Barack Obama, Presiden AS sebelumnya.

Namun demikian, naskah baru itu tidak mencantumkan rencana pembentukan “zona aman” di Suriah, seperti yang terlihat dalam draf awal.

Dalam perintah eksekutif itu, semua program terkait pengungsi atau migran harus mencakup pertanyaan tentang “seberapa besar kehadiran mereka berkontribusi positif terhadap masyarakat AS.”

Presiden Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan membangun kembali sarana dan prasarana militer AS dengan “mengembangkan rencana untuk pembuatan pesawat baru, kapal baru, sumber daya baru, serta alat-alat baru”.[fq/islampos]

loading...
loading...