islampos
Media islam generasi baru

Barengi Gerakan Imam, Fatal bagi Makmum

Foto: Fatmah/Islampos
0

IMAM dalam shalat berjamaah merupakan panutan bagi kita. Ialah yang mengarahkan dan membimbing kita dalam shalat. Seperti layaknya pada seorang pemimpin, maka kita harus taat dan patuh pada perintahnya. Begitu pula kepada seorang imam. Kita harus mengikuti gerakan imam dalam shalat.

Ingat ya, sebagai makmum kita diperbolehkan untuk mengikuti dan mengingatkan apabila memang ada kesalahan dalam shalat. Bukan kita membarengi gerakan shalat seorang imam. Sebab, pemimpin itu harus lebih dahulu daripada rakyatnya. Begitu pun dalam shalat berjamaah. Seorang imam harus melakukan gerakan lebih dulu, bukan melakukan gerakan pada waktu yang bersamaan (membarengi imam). Jika demikian, di mana letak perbedaan antara imam dan makmum?

Kalau pun kita sudah mengetahui gerakan dalam shalat, tapi kita harus bisa pula memposisikan diri. Ketika menjadi seorang makmum, ya jadilah makmum yang baik. ikutilah gerakan imam bukan malah membarenginya. Jangan terburu-buru dalam shalat. Sebab, secepat apapun imam shalat, tak akan mungkin ia meninggalkan makmum.

Adapun larangan membarengi gerakan imam maka dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Jika imam telah ruku’ maka ruku’-lah kalian dan jika imam bangkit maka bangkitlah kalian,” (HR. Al-Bukhari).

Dari hadis tersebut, maka dapat kita ambil kesimpulan terlarangnya mengakhirkan atau melambatkan gerakan dari imam. Adapun yang diperintahkan adalah mengikuti atau mengiringi gerakan imam. []

Referensi: muslim.or.id

loading...
loading...