islampos
Media islam generasi baru

Bagaimana Islam Menjaga Kebersihan?

Foto: gomuslim
0

ISLAM adalah agama yang menjunjung tinggi hidup bersih dan sehat. Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya tentang cara menjaga kebersihan, mulai dari diri sendiri hingga lingkungan masyarakat.

Contoh dalam mencegah berbagai penyakit, menjaga kesehatan dan lingkungan sesuai sunnah, Rasulullah SAW menerapkan berbagai ketentuan sebagai berikut:

1.Kebersihan individu.Hak ini ditetapkan melalui kewajiban berwudhu dan mandi. Sehingga kedua hal ini menjadi syarat penentu sah atau tidaknya suatu ibadah.Dalam banyak ajaran Rasulullah SAW telah dipaparkan berbagi Sunah yang sarat dengan fitrah serta kebersihan.

2.Kebersihan lingkungan. Hal ini mencakup pemeliharaan kebersihan sumber-sumber air, jalan-jalan umum, tempat-tempat berteduh, halaman rumah, masjid, dan juga etikamakan dan minum

Dasar-dasar ilmu pencegahan penyakit telah dirilis sejak empat abad silam.Dalam tingkat pengetahuan yang sangat tinggi dan belum dideteksi oleh pengetahuan manusia sebelum dua abad kebelakangan ini. Dasar-dasar tersebut contohnya:

a.Pencegahan dari penyakit-penyakit seks, dengan cara mengaharamkan zina, homoseksual dan senantiasa mendorong pernikahanan.

b.Pencegahan yang menolakpenularanpenyakit.Hal ini dilakukanmelaluipengharamanuntuk mengonsumsibangkai, dagingbabidan sejenisnya.

c.Pencegahan dengan menghindari budaya-budaya buruk seperti pengharaman terhadap maysir (judi), ramalan, sihir dan lain sebagainya.

d.Pencegahan dengan menghindari perbuatan-perbuatan keji, seperti minum-minuman keras.

e.Pencegahan dengan motivasi, yaitu dengan memperbanyak kegiatan olahraga seperti berenang, memanah dan berkuda.

f.Pencegahan dengan mengobati penyakit-penyakit hati dan jiwa dengan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat dan merugikan orang lain.

Orang-orang yang bersih dan suci, di samping dicintai oleh Allah SWT, ia juga akan mendapatkan fasilitas surga dari-Nya. Bahkan orang-orang yang disucikan tersebut diperkenankan masuk surga melalui pintu mana saja yang dia sukai. Hal ini didasarkan oleh hadits Nabi SAW:

“Barang siapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berdo’a, Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekuti bagi-Nya. Dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Lalu ia berujar, Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang disucikan (dibersihkan). Maka terbukalah seluruh pintu-pintu surga yang berjumlah delapan (bagi orang yang disucikan/dibersihkan) dari mana yang ia suka.” (HR Muslim dan Turmudzi). []

loading...
loading...