ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Awal Penerapan E – Toll di Baros 2, Pengendara Keluhkan Sulitnya Top Up Saldo

0

 

CIMAHI–Sejumlah pengendara mengeluhkan lambatnya proses transaksi menggunakan E-Toll Card, di gerbang Tol Baros II, Jalan Raya HMS Mintaredja, Kota Cimahi, Kamis (19/10/2017).

Menurut sejumlah pengendara, mesin tapping untuk membaca kartu E-Toll yang ada seringkali lambat dalam merespon. Akibatnya, sempat terjadi antrean kendaraan hampir dua kilometer di ruas Jalan menuju akses Tol Baros.

“Lumayan memperlambat juga. Biasanya macetnya tidak seperti ini, tapi sekarang cukup panjang antrean macetnya. Saya kira persiapannya masih kurang matang,” ujar Windarto (38), salah satu pengendara mobil saat ditemui di Gerbang Tol Baros, Kamis (19/10).

Selain itu, Windarto juga mengeluhkan soal sulitnya melakukan top up saldo untuk E-Toll Cardnya. Padahal sebelumnya, pihak Jasa Marga menyebutkan bahwa untuk melakukan  top up saldo E-Toll Card bisa dilakukan di sejumlah minimarket, bank, dan gerai yang telah ditunjuk oleh Jasa Marga dan Bank Indonesia.

“Kemarin sempat mau isi saldo di Alfamart sama Indomaret rest area, tapi katanya belum ada. Ke bank juga sempat tidak dilayani karena tidak bisa top up. Kan ribet kalau misalnya sudah di dalam tol dan ternyata pas mau transaksi ternyata saldonya kurang,” katanya.

Terpisah Humas PT. Jasa Marga Purbaleunyi, Dadan Saripudin, menjelaskan bahwa sampai saat ini masih banyak pengendara yang belum memahami cara menggunakan E-Toll Card.

“Cukup ditempelkan saja kartunya, tidak perlu digesek-gesek. Memang masih ada beberapa pintu tol yang mesin tappingnya slow respon, tapi akan kita benahi juga,” ujar Dadan.

Dadan pun mengaku akan terus menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan tol agar lebih paham saat melakukan transaksi non tunai.

“Masyarakatnya juga harus terbiasa menggunakan sistem elektronisasi untuk mengakses jalur tol,” katanya.

Sementara terakait kabar Jasa Marga yang membagikan E-Toll Card secara cuma-cuma kepada pengendara, Dadan menegaskan bahwa hal itu keliru dan terjadi kesalahan informasi.

“Bukan gratis. Tapi sebelumnya kan membeli kartu E-Toll itu ada yang Rp 50 ribu, tapi saldonya Rp 40 ribu, kalau sekarang beli yang Rp 50 ribu, saldonya tetap Rp 50 ribu,” ucapnya.

Reporter: Saifal

loading...
loading...