Aslan Maskhadov, Mimpi Chechnya Merdeka

0

CHECHNYA terletak di antara Laut Kaspia dan Laut Hitam. Wilayah yang penuh konflik ini adalah wilayah otonomi Rusia atau negara bagian Rusia. Akan tetapi, wilayah ini menjadi pergulatan aqidah karena mayoritas penduduknya Muslim. Satu orang yang patut dicatat dalam perjalanan panjang Muslim Chechnya adalah Aslan Maskhadov.

Gerilyawan Moderat

Berbicara mengenai Chechnya, kita tak akan bisa lepas dari dua nama berikut, Maskhadov dan Basayev. Dua-duanya adalah pejuang Chechnya tapi berbeda aliran. Maskhadov, lahir pada tahun 1951, dikenal lebih moderat dibanding Basayev yang keras terhadap orang yang memusuhi Islam. Ia memang lahir di Kazakhstan, hal ini terjadi karena orang-orang Chechnya saat itu dideportasi oleh Josef Stalin .

Pada tahun 1957, orang-orang Chechnya diizinkan pulang dan 10 tahun kemudian, Maskhadov bergabung dengan tentara Uni Soviet (waktu itu belum jadi Rusia). Nah, Maskhadov dikenal terampil dalam militer bahkan bisa mengalahkan tentara Rusia waktu Perang Chechnya I tahun 1994.

Tahun 1997, Maskhadov memenangi pemilu presiden. Dia memang piawai berdiplomasi tapi mungkin banyak pihak yang tak suka waktu ia menandatangani perjanjian damai dengan Boris Yeltsin, Presiden Rusia waktu itu.

Sayangnya, setahun kemudian, masalah internal muncul di kubu Chechnya. Pasukan gerilyawan Basayev, yang berseberangan dengan Maskhadov, mulai memeras dan menculik. Sampai-sampai, Grozny dijuluki sebagai ibukota penculikan.

Ketakutan Rusia

Sejak menjadi Presiden Chechnya, Maskhadov selalu menjadi bayang-bayang ketakutan Rusia. Ia difitnah sebagai pemimpin teroris yang haus darah. Walaupun di awal pemerintahan Putin, masih terjadi dialog dengan Maskhadov, tetapi Moskow selalu menolak ide untuk bernegosiasi dengan Maskhadov.  Hal ini justru menunjukkan bahwa mereka sebenarnya tidak punya kompetensi untuk mendesak kebijakan hukum terhadap Chechnya pasca-pemilu. Dengan kata lain, mereka takut jika mesti berhadapan dengan kelompok radikal Islam.

Akhir Hayatnya

9 Maret 2005, gambar itu muncul di media Rusia dan seluruh dunia. Muka kusut berpakaian olahraga biru. Di sekitar mata ada bekas goresan, dan ada luka di kepala. Di sampingnya, seorang tentara dengan penutup muka menarik tas plastik yang berisi bendera Chechnya.

Akhmed Zakayev, tangan kanan Maskhadov membenarkan bahwa, “Itu benar Maskhadov,” katanya.

Maskhadov wafat dalam operasi militer pada 8 Maret 2005.

Waktu Vladimir Putin mendengar berita kematian Maskhadov, ia mengatakan bahwa pasukannya telah menghancurkan “Teroris internasional dan lingkaran pemimpin mereka.” []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline