islampos
Media islam generasi baru

Apa Kita kalah dalam Industri Kreatif?

Foto: Carey Nieuwhof
0

Oleh: Rezkytama Putra
rezkytamap@gmail.com

DUNIA hiburan sungguh memegang peranan penting bagi pembentukan karakter masyarakat sekarang ini. Apa yang hadir dalam berbagai media sosial maupun layar kaca mendominasi pola pikir yang ada. Kebutuhan sumber daya manusia dalam industri kreatif tentu perlu diperhatikan. Dengan berkembanganya dunia hiburan serta berkembangnya industri kreatif, menjadikan para seniman sekarang memiliki ranah penghasilan yang lebih potensial serta memiliki peranan penting dalam mendongkrak industri tersebut

Namun, jika melihat keadaan tersebut, sangat disayangkan bahwa islam belum mampu masuk dalam berbagai ranah hiburan ini. Beberapa media memang sudah mampu dimasuki islam, namun masih tetap kalah dibandingkan dengan budaya modern yang hadir sekarang ini.

Banyak muslim yang beranggapan bahwa dunia kreatif maupun seniman ialah sesuatu yang tabu. Seniman identik dengan hal-hal seperti menggambar manusia dan bermain musik yang bagi beberapa kalangan ialah suatu yang dilarang. Padahal dalam kenyataannya, banyak sekali ranah dunia kreatif yang memungkinkan islam tumbuh dengan besar dan pesat tanpa bertentangan dengan hukum dan mampu menghidupkan nila-nilai serta budaya islam yang ada.

Desainer interior, layouter, desainer grafis, desainer fashion islam, dakwah daring, majalah islam, fotografer, penulis novel, youtuber, seniman kaligrafi kontemporer, nasyid, sinematografer, arsitek, desainer produk dan masih banyak lagi profesi yang dapat ditekuni para muslim. Tentunya dengan pemahaman hukum islam yang baik, justru dapat menjadikan suatu budaya islam popular yang tetap berada pada jalur yang tepat

Islam membutuhkan para seniman dan creativepreuner dalam hal ini. Masih banyak para dai yang berdakwah dengan cara yang banyak pemuda sekarang menyebutnya “kuno”. Melihat dunia industri kreatif yang telah berkembang sekarang ini, sedangkan islam masih menggunakan cara yang cenderung sama dari tempo dulu, tentunya harus ada yang dikaji ulang tentang bagaimana cara penyampain yang lebih baik untuk ke depannya

Kita pun sering kalah tanding di lapangan. Kita ambil contoh salah satu media sosial berbasis gambar di perangkat smartphone. Para pengguna media memilih media tersebut karena diperuntukkan untuk gambar dan foto. Mereka mencari gambar dan foto.

Dari sini kita tahu bahwa gambar dan foto ialah sesuatu yang memiliki poin besar dalam media ini. Sayangnya, jika dibandingkan dengan akun lain, nilai estetis yang dihadirkan pada akun islam masih jauh dibandingkan dengan akun lain. Ini juga disebabkan rendahnya SDM dalam bidang ini. Adapun akun yang memiliki nilai estetis tinggi masih sedikit keberadaannya ketimbang lawan tandingnya. Begitu juga dengan bidang lainnya.

Banyak yang redaksi yang mengatakan bahwa gambar dan musik, yang memegang peranan penting dalam dunia hiburan dan seni, ialah sesuatu yang haram. Sehingga tertanam dalam pikiran banyak muslim bahwa seni dan dunia hiburan ialah sesuatu yang buruk. Padahal tidak semua dalam seni dan dunia kreatif ialah haram.

Beberapa bagian justru penting untuk mendongkrak islam. Melihat hal tersebut, mari kita kaji lagi industri kreatif yang ada sekarang ini. Jangan sampai kita dibodohi sehingga menjadikan islam tidak berkembang dan tak mampu bersaing dalam perkembangan zaman. []

Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak 2 halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. 

loading...
loading...