ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Apa Itu Hari Tasyrik dan Keutamaannya

Foto: Abu Umar/Islampos
0

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, ada yang mengatakan hari raya Idul Adha menjadi spesial dengan adanya hari-hari Tasyrik. Namun saya belum memahaminya, Ustadz. mohon penjelasan apa sih hari Tasyrik itu dan apa keutamaannya? Syukran.

Mulyadi, Jakarta

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bpk. Mulyadi yang dirahmati Allah, sebagaimana kita maklumi hari Tasyrik adalah tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yaitu, hari-hari tanggal 11, 12, dan 13 di bulan Dzulhijjah. Tasyriq atau syuruq bermakna terbit. Ada pendapat yang mengatakan, bahwa dinamakan hari tasyrik karena  pada hari-hari itu –selain tanggal 10—kaum Muslimin yusyriqun  (menjemur) daging qurban mereka, juga hewan qurban disembelih setelah matahari terbit (syuruq).

Dalam al-Qur’an hari tasyrik disebut hari-hari untuk ibadah, hal ini lebih khusus untuk jamaah haji yang pada hari-hari itu tengah melakukan mabit atau menetap di Mina, dimana mereka terus mendekatkan diri, beribadah dan melempar jumrah. Allah swt berfirman,

 “Dan berzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang ditentukan (hari-hari  tasyrik ). Maka,  siapa yang ingin cepat (berangkat dari Mina ) sesudah dua hari, maka tiada dosa atasnya. Dan, barang siapa yang ingin menangguhkan, maka tiada dosa pula atasnya bagi orang yang bertakwa.” ( al-Baqarah [2] : 203)

Adapun keutamaan hari-hari tasyrik sebagaimana disebutkan dalam hadits di antaranya adalah, sebagai hari-hari yang agung untuk beribadah. Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qarr (hari tasyrik).” (HR. Abu Daud)

Dalam hadits yang lain, hari-hari tasyrik merupakan hari menikmati makan dan minum, hari raya, hari berbahagia karena padanya terdapat qurban. Nabi saw bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.” Karena itu pada hari-hari itu umat Islam diharamkan berpuasa, kecuali bagi jamaah haji — bila belum melaksanakan puasa di hari sebelumnya–yang memilih melaksanakan haji tamattu’ dan qiran sementara ia tidak mampu membayar dam dengan menyembelih hadyun yang diwajibkan atasnya.

Demikian pula dianjurkan memperbanyak zikir, berdoa kepada Allah. Disunahkan melantunkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid (takbiran) selepas shalat fardhu mulai pada Idul Adha dan hari-hari tasyrik (10-13 Dzulhijah). Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan pada surah  al-Baqarah  ayat 203 tersebut.

Wallahu’alam. []

 ___________________

Rubrik “KONSULTASI” di www.islampos.com diasuh oleh H. Atik Fikri Ilyas, Lc, MA, Ketua Lembaga Dakwah LAZ Shadaqah Perekat Umat (SPU) Purwakarta, Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo & Universitas Amer Abdel Kader Aljazair, mahasiswa program Doktoral Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Silakan kirim pertanyaan Anda ke redaksi@islampos.com atau zhouaghi@yahoo.co.id

loading...
loading...