ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Anies Warnai Rapat Paripurna DPRD Jakarta dengan Pantun Khas Betawi

0

Advertisements

JAKARTA – Di sidang perdana paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, hari ini (15/11/2017) ada yang berbeda. Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta saling berbalas pantun.

Mantan Menteri Pendidikan yang kini menjabat Gubernur DKI Anies Baswedan membuka pembacaan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2018 dengan sebuah pantun.

Berikut ini pantun yang dilontarkan Anies tersebut:

“Bang Sandi berlari menyusuri kali angke, Bang Presetyo bertemu kawan sambil belanja di Pasar Santa. Kami senang sekali dapat hadir di DPRD, Menyapa seluruh Dewan dari kami di Balai Kota,” ujar Anies seperti dilansir dari Tribun news.

Tawa hadirin pun tersedngar di ruang rapat paripurna itu.

Anies juga kembali membacakan pantunnya saat mengakhiri pembacaan RAPBD tahun 2018.

“Dari Dukuh Atas naik Trans Jakarta, Puas berwisata pulangnya ke Pinangsia. Bersama seluruh warga ibu kota, Kita jadikan Jakarta maju dan bahagia,” ujar Anies diiringi tepuk tangan.

Saat pemaparan visi dan misi kepemimpinannya 2017-2022, Anis juga melontarkan pantun yang selama ini jadi ciri khas Betawi itu.

“Bang Sandi bersepatu di Tanah Tinggi, Bang Prasetyo memancing ikan di dekat jembatan besi. Mohon waktu bicara sekali lagi, Kami paparkan tentang visi misi,” ujar Anies.

Tak mau kalah dengan sang Gubernur, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang namanya disebut-sebut dalam pantun Anies pun langsung membalasnya.

“Sebelum saya menutup acara ini secara resmi, perkenankan saya menyampaikan pantun,” ujar Prasetyo.

Berikut ini tiga buah pantun yang dilontarkan Prasetyo saat menutup sidang paripurna itu.

“Bang Anies suka mengaji, Bang Sandi senang berlari. Anies-Sandi sudah janji dalam visi-misi, Rakyat tidak sabar agar janji ditepati”.

“Ondel-ondel budaya Betawi, Jakarta punya pemimpin baru. Gubernur ama DPRD-nya kini udah sehati, Bangun Jakarta lebih maju lagi”.

“Buah salak buah kedondong, jangan galak-galak dong,” ujar Prasetyo.[]

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline