ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Analis: Dibandingkan Suriah, Konflik Afghanistan Jauh lebih Mematikan

0

Advertisements

AFGHANISTAN—Konflik di Afghanistan diklaim dapat mengambil alih Suriah sebagai konflik paling mematikan di dunia tahun 2018. Hal ini dikatakan para analis ketika tindak kekerasan melonjak setelah 17 tahun invasi Amerika Serikat (AS).

Namun penilaian yang suram tersebut bertolakbelakang dengan pandangan publik yang merasa optimis mengenai konflik setelah mendapat dukungan kuat dari NATO di Kabul. Para analis menggarisbawahi semakin besarnya keputusasaan di negara yang dilanda perang itu.

BACA JUGA: PBB: Jumlah Korban Tewas di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi

Hal ini menunjukkan strategi Presiden Donald Trump yang sangat dibanggakan untuk Afghanistan, seperti para pendahulunya, gagal untuk meredakan perang, kata pengamat.

“Korban terus melonjak di Afghanistan dan potensi konflik mirip di Suriah bisa meninggalkan Afghanistan sebagai konflik paling mematikan di dunia,” kata Johnny Walsh, seorang ahli Afghanistan di Institut Perdamaian AS.

“Tahun-tahun yang telah dilalui telah menjadi ‘tahun paling penuh kekerasan’ yang baru. Ini terus menjadi semakin buruk,” ujar Walsh.

Sedangkan konflik Suriah—yang dimulai satu dekade setelah Afghanistan—telah merenggut nyawa lebih dari 15.000 orang sepanjang tahun ini, menurut Observatorium HAM untuk Suriah.

Related Posts
1 of 4

Graeme Smith, seorang konsultan untuk International Crisis Group, mengatakan kepada AFP beberapa indikasi “yang menunjukkan perang Afghanistan telah menimbulkan lebih dari 20.000 kematian di dunia pada pertempuran 2018 yang termasuk warga sipil dan kelompok bersenjata.

“Jumlah itu bisa melampaui jumlah konflik lain, bahkan mungkin perang di Suriah,” tambahnya.

BACA JUGA: Inggris Siap Kirim 440 Tentara Tambahan ke Afghanistan

Ini akan menjadi rekor tertinggi untuk Afghanistan, menurut Program Data Konflik Uppsala (UCDP) di Swedia, yang menempatkan jumlah total kematian di semua sisi konflik di dunia berjumlah 19.694 pada tahun 2017.

Kematian warga sipil Afghanistan telah mencapai rekor 1.692 dalam enam bulan pertama tahun 2018, sebuah laporan PBB baru-baru ini menunjukkan.

Wakil juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi memperkirakan 300-400 “pejuang musuh AS” dibunuh setiap pekan, tetapi tidak akan memberikan angka untuk warga sipil atau pasukan pemerintah. []

SUMBER: ALARABY

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline