islampos
Media islam generasi baru

Amerika Dinilai Belum Siap Berperang Hadapi Korea Utara, Ini Alasannya

Foto: New Eastern Outlook
0

JAKARTA—Presiden Amerika Donald Trump berkali-kali melontarkan ancaman perang terhadap Korea Utara, terkait dengan proyek nuklir di negeri Kim Jong Un tersebut.

Namun, menurut para analisis militer menyakini bahwa perang tidak akan terjadi. Bahkan negeri Paman Sam itu dianggap belum siap untuk berperang saat ini.

Menurut sebagian analis militer, kesiapan logistik menjadi alasan bagi Amerika belum siap berperang melawan Korea Utara baik itu dalam hitungan minggu maupun bulan. Berikut alasan AS belum siap berperang hadapi Korut sebagaimana disitat dari CNN.

Pertama, belasan ribu warga AS harus dievakuasi dari Korea Selatan

“Bagaimana anda membawa keluarga-keluarga itu dari semenanjung? Anda harus mengutamakannya,” ujar Mark Hertling, purnawirawan jenderal AS dan analis CNN.

Kedua, AS harus menambah jumlah pasukannya di wilayah tersebut

Termasuk menambah jumlah kapal-kapal perang angkatan laut, kapal selam dengan rudalnya, di tambah pesawat tempur untuk mengebom yang dapat dioperasikan di Jepang atau Guam.

“Beberapa ditempatkan di wilayah ini, namun tidak cukup mampu menghancurkan Korea Utara dalam artian persenjataan,’ ujar Hertling.

Ketiga, Korea Utara memiliki ribuan senjata konvensional yang sanggup menjangkau Seoul, ibukota Korea Selatan

Menurut beberapa penelitian, memperkirakan korban dari warga Korea Selatan akan mencapai belasan ribu orang di hari pertama konflik terbuka disebabkan serangan senjata Korea Utara.

Keempat, menurut Hertling, butuh waktu beberapa minggu untuk membawa senjata itu menuju kawasan perang

Herling membandingkannya dengan Perang Gurun yang melakukan operasi militer mendongkel Saddam Hussein yang saat itu memimpin Irak, tahun 1991.

Dalam Perang Gurun, koalisi perang yang dipimpin AS memulai kampanyenya menyerang Irak lebih 5 bulan setelah permusuhan dimulai yang ditandai oleh invasi Irak ke Kuwait. Nah, AS butuh waktu berminggu-minggu untuk membawa peralatan perangnya dan pasukannya bergerak dari pangkalan militernya menuju wilayah selatan Korea Selatan. Bahkan akan lebih lama lagi jika bergerak menuju utara, lokasi pertempuran melawan Korea Utara.

Menurut Hertling yang terlibat dalam simulasi di Semenanjung Korea, 2 kapal induk angkatan laut AS dibutuhkan berada di dekat peraian Korea sebelum AS melakukan serangan.

Namun menurut mantan direktur operasi Komando Pusat Kerja sama Intelijen AS di Pasifik, Carl Schuster, jumlah armada perang AS perlu lebih banyak lagi.

“Sebagai perencana, salah lebih butuh 3 kapal induk daripada 2, ditambah prajurit dari Angkatan Udara, Angkata Laut, dan pasukan marinir,” kata Schuster, saat ini sebagai profesor di Universitas Hawai Pasifik. []

loading...
loading...