Al-Qur’an Itu Kalamullah

0

Oleh: Ustaz Felix Siauw

DAHULU kala pernah terjadi suatu masa fitnah saat Al-Qur’an Al-Kariim dianggap sebagai makhluk. Apa yang jadi konsekuensinya sangat buruk, artinya ia berpotensi benar atau salah, berpotensi kuat dan lemah, sama seperti makhluk.

Sedangkan kuat dan lemah, benar dan salah, adalah ranah manusia, begitu juga fiksi dan fiktif, non-fiksi, fakta atau faksi, itu semua adalah ranah manusia, produk manusia yang punya potensi salah, bukan dari Yang Mahabenar.

Bahaya bila Al-Qur’an dianggap sebagai fiksi adalah bahwa Al-Qur’an bisa diperdebatkan sebagaimana hal lain, tidak suci, tidak agung. Padahal bagi kita selalu mendaras “Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya”, begitu.

Firman Allah, “Maka tidakkah mereka menghayati (merenungi) Al Quran? Jika sekiranya Al Quran datangnya bukan dari sisi Allah, niscaya mereka akan mendapat banyak pertentangan di dalamnya” – QS An-Nisa: 82

Maka kita tidak boleh ikut-ikutan menarik Al-Qur’an ke ranah manusia sebab memang Al-Qur’an berasal dari Allah bukan manusia, karena itu tidak boleh mengatakan Al-Qur’an fiksi sebab artinya menyamakan Al-Qur’an dengan karya manusia.

Misal, “2030 Indonesia Bubar”, ini karya fiksi, bisa jadi benar bisa jadi salah, bisa jadi khayal bisa jadi prediksi, bisa jadi hanya imajinasi bisa jadi hasil penelitian. Tapi Al-Qur’an tak ada potensi selain ia pasti benarnya.

Hati-hati, punya kepentingan yang sama belum tentu satu barisan, punya tujuan yang sama belum tentu sama-sama benar. Apalagi pada mereka yang tidak meyakini agama, pernyataaanya perlu dicermati dan didalami.

Kita tak menyukai rezim fiktif, tapi kita juga tak boleh menerima bila Al-Qur’an dianggap fiksi, keduanya sama-sama merusak. Membela salah satunya sama saja memilih antara mulut buaya atau mulut singa.

Yang melaporkan bukan karena kebenaran tapi kepentingan politik, tapi yang dilaporkan pun tak berpijak pada kebenaran. Al-Haq min rabbikum, kebenaran hanya dari Allah, itu saja yang selalu kita bela dan kita pegangi.

Akhir kalam, ini masih tulisan manusia, bisa benar dan juga bisa salah, dan akan saya lanjutkan pembahasannya di waktu lain, semoga manfaat. []

loading...
loading...
Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline