ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Al-Lahab, Kelompok yang Ditakuti Zionis Israel

Palestinians celebrate after an announcement of a reconciliation agreement in Gaza City April 23, 2014. The Gaza-based Islamist group Hamas and President Mahmoud Abbas's Palestine Liberation Organization (PLO) agreed on Wednesday to implement a unity pact, both sides announced in a joint news conference. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa (GAZA - Tags: POLITICS)
0

PALESTINA– Ketegangan cepat merebak di seantero kota Al-Quds, menyusul pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Zionis terhadap Masjid Al-Aqsha dan penutupannya bagi jama’ah kaum muslimin yang akan melakukan shalat di dalamnya. Di lain pihak, warga kaum muslimin tetap teguh dalam pendirian mereka tak akan memasuki kota Al-Quds dibawah dikte pemerintahan Zionis yang mengharuskan warga memasuki pintu elektronik yang telah mereka sediakan. Kondisi ini tentu membuat sejumlah kalangan ketar ketir.

Sementara itu sejumlah pengamat berpendapat, Israel akan berupaya menggagalkan aksi demo kemarahan yang akan digelar rakyat di seantero Palestina. Pemerintah akan mengeluarkan serangkaian surat keputusan yag bertujuan menggagalkan aksi tersebut, minimal membatas jumlah pesertanya.

Penulis yang juga pengamat politik Palestina, Yasin Izzuddin mengatakan, Israel hidup dalam ketakutan menyusul skenario aksi jum’at besok. Dikhawatirkan Al-Quds menjadi kota berkumpulnya sejumlah kelompok All-Lahab (yang meluap-luap kemarahannya) akibat kebijakan pemerintah Zionis terakhir, terkait pintu elektronik.

Dalam pertemuanya dengan PIC Izzuddin menegaskan, pemerintah Zionis sebisa mungkin akan berupaya menekan aksi kemarahan ini dengan serangkaian kesepakatan-kesepakatan dengan pihak-pihak Arab. Sebagai solusi tengah guna menggagalkan apa yang Zionis inginkan.

Ia mengisyaratkan, apa yang terjadi di Kota Al-Quds sekarang tidak hanya terkait dengan gerbang elektronik atau pintu detektor saja, akan tetapi terkait dengan semua peraturan yang diterapkan Israel serta keputusanya untuk menguasai Al-Quds secara penuh.

Izzuddin berpendapat, di saat rakyat bergerak secera serentak, maka Israel akan menurunkan egonya atau mengendurkan kebijakanya. Kalaupun Israel tidak mengendurkan kebijakanya, maka dipastikan ia akan mengalami dua kerugian. Yang paling utama dan sangat ditakutkan Israel adalah para pendukung perlawanan akan mengambil kesempatan untuk meledakan kota ini dengan berbagai aksi perlawanan hingga kaki Zionis. Dan secara waktu, tentu kondisi ini sangat merugikan Israel. []

loading...
loading...