islampos
Media islam generasi baru

Aktivis NU: Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama

Foto: LAKPESDAM Tulungagung
0

KEDIRI—Jas Hijau, slogan yang berarti Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama ramai digaungkan oleh para aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kediri dihari kemerdekaan.

Dalam rangkaian peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, sejumlah pengurus Nahdlatul Ulama di Kota Kediri ramai-ramai mengkampanyekan slogan tersebut.

Slogan Jas Hijau ini terpampang pada baliho peringatan hari merdeka di sejumlah tempat umum.

“Itu inisiatif kawan-kawan sendiri,” kata KH Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua PCNU Kota Kediri seperti dikutip dari Tempo, Ahad (20/8/2017).

Meski bukan merupakan instruksi pengurus cabang, namun Gus Ab, panggilan KH Abu Bakar Abdul Jalil, mendukung kampanye tersebut sebagai bagian dari penghormatan terhadap peran ulama.

Menurut Gus Ab, peran ulama nyaris disingkirkan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Padahal kiprah mereka sangat besar dalam menggalang perlawanan berbasis pondok pesantren.

Peran para ulama inilah, menurut Gus Ab, perlu digaungkan kembali agar masyarakat Indonesia mengetahui jika kemerdekaan bangsa ini bukan merupakan hasil perjuangan beberapa kelompok saja.

Bukan bermaksud menggeser slogan Jas Merah yang dipopulerkan Proklamator Soekarno, lanjut Gus Ab, slogan Jas Hijau diluncurkan sebagai pengingat akan peran ulama.

Tak hanya mengingat semangat perjuangannya, nilai kerendahan hati, keimanan, serta toleransi kepada sesame juga patut digali kembali di era kemerdekaan saat ini.

“Itulah alasan kami berharap peringatan kemerdekaan dilakukan dengan sederhana di pondok-pondok,” ujar Gus Ab.

Hal ini setidaknya sudah dilakukan ribuan santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang melakukan renungan dan kirim doa kepada para pahlawan di malam jatuhnya hari kemerdekaan. Tanpa hura-hura dan hiburan yang ramai, mereka berkumpul di aula Lirboyo untuk mendengarkan tauziyah kemerdekaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kiai Oing Abdul Muid mengatakan peran santri dalam perjuangan bangsa sangat besar. Pondok pesantren ini juga aktif mengirimkan laskar mereka untuk membantu pajurit mengusir penjajah. “Bahkan lahirnya Kodam V Brawijaya juga atas peran kiai Lirboyo,” katanya. []

loading...
loading...