ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ajukan Preperadilan, Jonru Cantumkan 3 Permohonan

0

JAKARTA—Selasa (24/10/2017) lalu, Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jonru menggugat status tersangkanya atas dugaan penyebaran ujaran kebencian. Laporan tersebut teregister dalam situs resmi PN Jaksel, bernomor 125/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL.

Humas PN Jaksel Made Sutrisna mengatakan, sidang ini akan dipimpin oleh Hakim Tunggal Leniwaty. Namun, Made belum bisa memastikan kapan sidang perdana praperadilan tersebut akan digelar.

“Kalau Jonru Hakimnya Leniwaty, (namun) berkas belum sampai Hakim,” ujar Made seperti dikutip dari Kumparan, Rabu (25/10/2017).

Dalam permohonan yang diajukannya, terlampir Jonru selaku pemohon, akan melawan tiga pihak sebagai termohon, yaitu Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Dalam gugatannya juga, Jonru mencantumkan 3 poin permohonan (petitum).

Berikut isi petitumnya:

1. Menyatakan menerima dan mengabulkan permohonan prap pemohon untuk seluruhnya.

2. Menyatakan proses penyidikan, penangkapan dan penahanan atas diri pemohon tidak sah.

3. Menyatakan proses penyidikan yang dilakukan termohon I yang didasarkan adanya laporan polisi nopol : LP/4154/VIII/2017/PMJ/DITRESKRIMSUS tanggal 31 agustus 2017

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Jonru dilaporkan oleh Muannas Al Aidid ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8). Laporan itu diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus.

Polisi menjerat Jonru dengan 3 pasal berlapis. Pertama, Jonru dijerat Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara.

Kedua, Jonru diduga melanggar UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

Ketiga, Jonru juga dikenakan Pasal 156 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Suatu Golongan Tertentu dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Dugaan pelanggarannya itu terkait postingan dalam sejumlah akun media sosial miliknya, antara lain Twitter, Fcebook, dan Instagram dalam kurun waktu Maret hingga Agustus 2017. Muannas menyebut postingan Jonru kerap mengandung unsur SARA. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...