islampos
Media islam generasi baru

Aibmu di Mata Temanmu

Foto: IG Karisapusppay
0

ALANGKAH indahnya ketika seorang teman memberikan hadiah kepadamu dengan menyebutkan aib dirimu sehingga kamu bisa memperbaiki dirimu! Oleh karena itu, Umar bin Khattab mengatakan, “Semoga Allah memberikan rahmat kepada seseorang yang telah memberikan hadiah kepadaku tentang aib diriku.”

Salah seorang berkata, “Temanmu adalah orang yang setiap engkau bertemu dengannya ia menemukan aib pada dirimu. Itulah yang lebih baik daripada teman yang setiap engkau bertemu dengannya ia memberimu satu dinar di tanganmu.”

Tentu orang yang memberikan bimbingan kepadamu tentang aib dirimu lebih baik daripada orang yang akan menenggelamkan dirimu dengan harta kekayaan. Kata Hatim Al-Asham, “Jika kamu melihat aib pada diri temanmu dan engkau sembunyikan, kamu telah berkhianat. Jika kamu mengatakan aib itu kepada orang lain, kamu telah menggunjing dirinya. Jika kamu sampaikan kepadanya, kamu telah menakutinya. Berlemah lembutlah dalam menasihatinya. Beritahulah tentang aibnya dan jangan engkau lakukan di hadapan orang lain.”

Imam Syafi’i berkata, “Barangsiapa menasihati saudaranya ketika sendirian, berarti ia mencintainya. Barangsiapa menasihatinya dalamkeramaian, berarti ia membongkar aib dan mengkhianatinya.”

Leonardo da Vinci berkata, “Celalah temanmu dalam keadaan sendirian dan sanjunglah ia di hadapan orang lain.”

Jagalah kehormatan saudaramu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjaga kehormatan saudaranya, Allah akan menyelamatkan wajahnya pada hari kiamat dari api neraka.” (HR. Tirmidzi)

Wajib bagimu untuk menutup lembaran kesalahan temanmu sehingga ia tidak merugi. Berkata seorang penyair, “Kututup mataku dari keburukan saudaraku, takut aku hidup tanpa teman.”

Khalid bin Shafwan ditanya, “Siapa saudaramu yang paling engkau cintai?” Ia menjawab, “Orang yang memaafkan kesalahanku, menerima alasanku, dan meluruskan kesalahanku.” Socrates berkata, “Mudah sekali berkorban untuk seorang teman, tetapi sangat sulit menemukan teman yang pantas untuk berkorban deminya!” []

Sumber: Bermalam di Surga/ Dr. Hasan Syam Basya/ Gema Insani

loading...
loading...