islampos
Media islam generasi baru

Ah Nggak Merangkak Juga Bisa Jalan, Kok!

Foto: Zonamama.com
0

KAKAK sepupu bersama bayinya yang berusia 10 bulan datang menghampiri.

Saya pun bertanya, “Dek Rafi ini sudah bisa apa?”

“Baru bisa duduk,” jawabnya.

“Oh, sudah nggak merangkak lagi ya, Kak?”tanya saya kemudian.

“Ih… emang anak saya yang ini nggak merangkak dulu, dia langsung duduk aja. Bergerak kemana-mana ngesot. Emaknya aja ribet nih ngejar-ngejar megangin,” tukasnya.

“Coba kasih rangsangan, Kak. Supaya dia mau merangkak,” saran saya.

“Ah males deh, makin ribet, kalau kata orang-orang ah nggak papa nggak merangkak juga pasti bisa jalan, kok,” kilahnya.

Saya tersenyum saja seraya berpamitan karena hari menjelang maghrib.

Tidak sedikit para ibu yang belum memahami tentang tahap perkembangan anak. Hingga kadang menganggap hal yang dialami anaknya bukan masalah. Seperti kasus yang terjadi diatas, bayi tidak merangkak bukan masalah bagi ibu yang tidak paham tahap perkembangan anak. Padahal tahap merangkak pada bayi amat sangat penting manfaatnya.

Pamela phelp, PhD saat berbicara dalam sebuah konferensi justru mengkhawatirkan bayi yang melewatkan tahapan merangkak ini. Beliau mendapati seorang anak berusia 12 bulan yang belum bisa merangkak. Bahkan belum bisa makan sendiri. Minum pun dengan dot. Makanannya sereal yang dimasukan kedalam botol. Padahal anak lain di usia ini sudah bisa berjalan. Mrs Pamela sangat khawatir terhadap tahapan perkembangan anak ini. Hal tersebut terjadi karena sang bayi diasuh oleh wanita yang baik namun tidak paham tahap perkembangan anak. Sepanjang waktu setiap hari bayi ini disimpan di kursi bayi dengan ditemani beberapa mainan. Tanpa stimulus yang membuat bayi ini kuat gross motornya.

Seharusnya di usia ini anak diberi banyak kesempatan bermain di lantai. Tentu saja lantai yang bersih. Tak lupa pendampingan orang dewasa. Jika dibiarkan di lantai sendiri sangat tidak aman. beri banyak kesempatan anak mengenal tekstur. Dengan menyiapkan berbagai jenis karpet sebagai alas di lantai. Beri juga stimulus agar dia merangkak bergerak ke segala arah.

Jika Anda memiliki bayi. Bayinya merangkak. Maka bayi akan belajar seberapa dekat benda di sekitarnya. Belajar bagaimana caranya ke sana. Dengan itu semua kita orang dewasa membangun kecerdasan ruang sang bayi. Kecerdasan ini sangat penting dimiliki oleh setiap bayi. Kecerdasan spatial ini sangat membantu bayi untuk menyelesaikan masalah hidupnya kelak ketika dewasa.

Merangkak bukan hal biasa pada bayi. Merangkak bukan sekedar salah satu tahap menuju tahap berjalan. Namun merangkak membuat bayi-bayi memiliki kemampuan penting yang dibutuhkannya kelak saat dewasa. Ayah, bunda, masihkah kita abai terhadap tahap perkembangan bayi kita? []

loading...
loading...