islampos
Media islam generasi baru

Agar Anak Kecanduan Shalat

Foto: Bonsaisky
0

MEMILIKI buah hati yang shaleh dan shaleha, tentu menjadi idaman bagi seiap orang tua. Apalagi ketika si buah hati rajin dan menjaga shalatnya, hal tersebut pastinya jadi kebahagiaan tersendiri bagi para ayah dan bunda.

Namun hanya berkeinginan semata, tanpa berupaya menuju ke sana—ibaratkan pungguk merindukan bulan—ia akhirnya menjadi sesuatu yang sukar diwujudkan. Lalu bagaiman agar anak kita rajin shalat? Lebih dari itu, ia malah kecanduan shalat.

Berikut langkah-langkah agar anak kita kecanduan shalat, seperti dikutip dari Moslem Family:

1. Jadilah Teladan

Anak adalah peniru yang sangat hebat. Sejak usia dini, buah hati kita sangat memerhatikan gerak-gerik kedua orang tuanya. Itu cara kerja otak mereka, mengamati dan kemudian meniru.

Tak jarang ketika orang tuanya tengah menunaikan shalat, buah hati kita meniru gerakan yang sama—semisal menungging ketika orang tuanya sujud. Itu adalah salah satu pertanda ia mengamati dan meniru dengan sangat baik.

Menjadi teladan bagi anak, dengan tepat waktu menunaikan shalat, akan menjadi gerbang pembuka bagi si buah hati agar kecanduan shalat.

 

2. Mengajak anak untuk shalat.

Kapankah waktu terbaik untuk mulai mengajak anak shalat? Abdullah bin Habib menyampaikan sabda Rasulullah Saw,

“Apabila seorang anak dapat membedakan mana kanan dan kiri, maka perintahkanlah dia untuk mengerjakan shalat.” (HR Ath-Thabari)

Kondisi ini—mampu membedakan kanan dan kiri—itu menjadi pertanda otak anak kita telah berkembang. Di masa ini, mulailah mengajak buah hati kita untuk shalat.

3. Ajarkan shalat di usia 7 tahun

Usia 7 tahun menjadi syarat minimum anak untuk memasuki bangku sekolah, itu sesuai saran psikolog yang menganjurkan agar anak mulai diajarkan soal tanggung jawab—termasuk urusan shalat.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah berikut, “Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila sudah berusia tujuh tahun…” (HR Abu Dawud dan al-Hakim)

Pada usia ini, sebaiknya kedua orang tua mulai mengajarkan rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajiban shalat, dan pembatal-pembatal shalat.

4. Mengajak anak ikut shalat berjamah di masjid

Setelah diajarkan mengenai shalat, hal berikutnya adalah membiasakan buah hati untuk shalat berjemaah. Ini dilakukan agar membangun suasana yang pas bagi buah hati.

Seperti diketahui, pekerjaaan yang dilakukan sendiri akan terasa berat, sementara jika dilakukan bersama-sama itu akan terasa ringan—termasuk shalat. Dengan berjemaah, kita membangun persepsi bahwa shalat itu menyenangkan. Apalagi ketika bertemu dengan teman sebaya di masjid.

Ajaklah ia ketika shalat maghrib, isya, maupun subuh, dan atau shalat jum’at. Ini dilakukan agar ada pendampingan pula dari ayahnya.

5. Berilah hukuman di usia 10 tahun jika anak lalai dalam shalat

Tahapan ini dimulai pada usia 10 tahun, beberapa tahun sebelum anak baligh. Sesuai kelanjutan dari hadits riwayat Abu Dawud dan al Hakim dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash sebelumnya,

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka untuk shalat pada usia 10 tahun serta pisahkanlah tempat tidur mereka.

Oleh karena itu, pertanda seorang ayah cinta pada anaknya adalah memastikan kalau anaknya menjalankan kewajiban shalat saat anaknya baligh. Tahapan menghukum jika anak lalai dalam shalat tentunya diperlukan agar anak benar-benar memahami hal ini baik secara sadar maupun di alam bawah sadarnya. Wallahu a’lam. []

loading...
loading...