ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ini Dia Adab-adab di Malam Pertama, Huhuy!

Foto: Sf.co.ua
0

BAGI sebagian orang, malam pertama sudah berlalu. Sebagian yang lain masih menunggu. Sebagian yang lain akan segera menjelang. Nah, bagi Anda yang akan segera naik ke pelaminan, tentu sudah penasaran untuk mengakhiri “penantian”.

Tapi, tunggu dulu. Dalam Islam, segala sesuatu tidak dilakukan grasa-grusu alias seenaknya. Baiknya, sambil menunggu, simak soal adab-adab Islam  di malam pertama bersama pujaan hati. Huhuy!

Ketika kedua mempelai telah masuk ke rumahnya, maka disunnahkan :

1. Sang suami mengucapkan salam kepada pasangannya, untuk mengurangi rasa gamang di hati istri.

Ummu salamah radhiyallahu ‘anhaa, menceritakan tentang Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau menikahinya. Ketika hendak mendatanginya beliauu Sholallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan salam.

2. Hendaklah ia bersikap lemah-lembut kepadanya.

Semisal dengan memberikan suatu berupa minuman atau makanan ringan yang manis-manis: Diriwayatkan dari Asma’ binti Yazid radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ” Aku mendandani ‘Aisayah untuk (dipersunting) Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam kemudian aku mendatangi Rasulullah, aku panggil beliau untuk melihat kecantikannya setelah berhias. Lalu beliau pun minum dan menyerahkannya kepada ‘Aisyah yang menundukkan kepala karena malu.”Asma berkata, ” Aku pun menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah dari tangan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam .’ Akhirnya ia mengambil gelas itu dan meminumnya sedikit…”

3. Suami membelai kepala sang istri seraya mendo’akannya.

Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang budak, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya sambil menyebut nama Allah A’zza a jalla dan berdo’a untuk keberkahannya, dengan membaca :

اللّهُمَّ إِنِّي أَسْألُكَ خَيْرُهَا وَخَيْرُمَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا و شَرِّمَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah aku memohon kepadaMu munculnya kebaikan darinya dan dari segala apa yang Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan dari segala apa yang Engkau ciptakan pada dirinya),” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al Hakim).

4. Sholat berjam’ah dua raka’at bersamanya.

5. Disunnahkan bersiwak sebelum menemui istrinya agar mulutnya bersih.

Dibolehkan pula menggunakan selain siwak seperti sikat gigi, pasta gigi dan yang semisalnya. Hal ini akan lebih menambah kelanggengan dan kemesraan rumah tangga.

Diriwayatkan dari Syuraih bin Hani’, ia berkata, “Aku bertanya kepada ‘Aisyah : ‘Apa yang pertama kali Nabi sholallahu ‘alaihi wasallam lekukan ketika beliau masuk ke rumahnya?’. Aisyah menjawab, ‘Bersiwak’.”

6. Menyebut Nama Allah dan berdo’a ketika hendak melakukan jima’

Diriwayatkan dari ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa nabi sholallah ‘alaihi wasallam bersabda:

وفي الصحيحين أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ” لو أن أحدهم إذا أراد أن يأتي أهله قال: بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا، فإنه إن يُقَدّر بينهما ولد في ذلك، لم يضره الشيطان أبدًا

“Apabila seseorangdari kalian akan bersetubuh dengan istrinya ia membaca basmalah, dilanjutkan dengan membaca, ‘Ya Allah jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkan lah syaitan dari anak yang engkau rizkikan kepad kami’, kemudian ditaqddirkan dari hubungan itu seorang anak, maka anaknya itu tidak akan dibahayakan oleh syaitan selama-lamanya,” (HR.Al-Bukhori no.5165 dan Muslim no. 1434). []

Sumber: Judul Asli : Aasaabul Lailatiz Zifaf( Juz-un min Fiqhis Sunnah Lin Nisaa’)/Penulis: yaikh Abu Malik Kamal Bin as-Sayyid Salim/Penerbit: Pustaka Ibnu Umar

loading...
loading...