islampos
Media islam generasi baru

Ada Saatnya Kita Menjadi Tuli

Foto: balitasoul
0

TAK akan pernah ada habisnya ketika kita mendengarkan apa yang orang lain katakan. Entah kita berbuat baik atau buruk, tetap saja mereka akan berbicara. Cara yang tepat adalah dengan menjadi tuli dalam hal-hal negatif.

Setiap orang mempunyai hak untuk berbicara. Namun terkadang, mereka tidak sesuai dalam menempatkan apa yang seharusnya mereka katakan. Tak hanya pembicaraan baik, bahkan pembicaraan buruk tak hentinya mereka ungkapkan. Jika biasanya kita sangat merasa jengkel dengan tingkah seseorang yang banyak berbicara negatif tentang kita, maka tenanglah. Ada saatnya kita menjadi tuli.

Menjadi tuli dalam hal ini bukan berarti kita tidak bisa mendengar apa yang orang lain katakan atau telinga kita tidak dapat berfungsi kembali, tetapi lebih tepatnya adalah ketika kita berpura-pura tidak mendengar segala pembicaraan buruk orang lain terhadap kita.

Tidak mudah memang, tapi segala sesuatunya akan terjadi atas ijin Allah. Teruslah berdoa. Teruslah berusaha semaksimal mungkin. Ingatlah bahwa hakikat kita hidup di dunia ini adalah untuk Allah. Jika kita masih mempermasalahkan apa yang orang lain katakan, maka sebenarnya untuk siapa kita melakukan sesuatu tersebut? benarkah untuk Allah? ataukah untuk pujian manusia semata?

Jika benar apa yang kita lakukan adalah untuk Allah, maka sudah seharusnya kita merasa biasa ketika cacian dari manusia mulai menghampiri. Biarlah Allah yang menilai setiap usaha kita di dunia ini. Allah-lah yang menilai baik dan buruknya kita. Biarkan mereka berkata apa, tetaplah menjadi hamba yang hanya mengharapkan ridha-Nya. []

loading...
loading...