ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Abbas Serukan Masyarakat Internasional Pertahankan Solusi 2 Negara

Foto: Al Jazeera
0

JENEWA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas hari Senin (27/2/2017) menyerukan kepada masyarakat internasional dan AS untuk mempertahankan solusi dua-negara dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Demikian dilaporkan oleh Anadolu Agency.

“Kami menyerukan negara-negara yang telah mengakui Israel dan percaya pada solusi dua negara untuk membela serta mendukung solusi ini dengan mengakui Negara Palestina,” ujar Abbas di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Jenewa,

“Kami juga menegaskan kembali kesiapan dan kesediaan untuk bekerja sama dengan semua negara, termasuk pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump, menuju pencapaian perdamaian atas dasar hukum internasional serta resolusi-resolusi internasional,” tambah Abbas.

Komentar Abbas selaras dengan pertemuan baru-baru ini di Washington antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pertemuan itu, Trump menggemakan kembali untuk mendukung solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Namun soal pemindahan kedutaab besar AS ke Yerusalem, Abbas mengatakan: “Kami memperingatkan pihak terkait untuk tidak mengambil langkah-langkah yang berkontribusi terhadap penguatan pendudukan Israel dari Negara Palestina.”

Selama kampanye pemilu, tim sukses Trump mengisyaratkan rencana untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, sesuatu yang ditentang oleh Palestina.

“Hari ini kami mengulangi permintaan kami untuk pembentukan sistem perlindungan internasional bagi rakyat Palestina, yang akan mengakhiri pelanggaran Israel terhadap hak-hak dasar Palestina, memaksa Israel untuk menghentikan penyitaan atas tanah Palestina, dan menghentikan penyitaan sumber air bawah tanah,” tegas Abbas.

Abbas juga mengecam rencana terbaru Israel yang mengizinkan pembangunan permukiman di tanah Palestina yang diduduki. Ia mengatakan undang-undang baru yang disahkan Knesset Israel telah mengesahkan pencurian tanah Palestina sehingga menciptakan preseden yang sangat berbahaya. [fq/islampos]

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...