• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Sesungguhnya Lautan Kehidupan Itu Ada 4 Macam

by Saad Saefullah
7 tahun ago
in Tsaqofah
Reading Time: 1 min read
A A
0
nabi sulaiman wafat

Foto: Aldi/Islampos

HAMPIR Semua air mengalir ke laut. Laut adalah muara dari bermacam bentuk perairan di dataran yang lebih rendah. Karena sifat air selalu mencari dataran yang lebih rendah, dan akhirnya bersatu di tempat yang luas yaitu lautan.

Demikian pula dengan kehidupan manusia, memiliki muara yang akan menjadi pemberhentian terakhirnya. Umar bin Khattab RA pernah berkata: “Sesungguhnya lautan itu ada empat macam; dosa adalah lautan hawa nafsu; nafsu adalah lautan syahwat; kematian adalah lautan umur; dan alam kubur adalah lautan penyesalan.”

Bila kita renungkan, pemahaman Umar atas makna kehidupan di alam dunia ini terasa amat dalam. Ia coba mengingatkan bahwa segala bentuk tipu daya hawa nafsu pasti bermuara pada sikap yang mengandung unsur dosa. Marah, iri hati, dengki, kesemuanya itu dikendalikan oleh hawa nafsu. Tak ada kebaikan sedikit pun di situ.

Demikan pula dengan syahwat yang ada dalam diri manusia, selalu akan bermuara pada nafsu. Bila syahwat itu lama dibiarkan, maka nafsu akan mengambil kendali dan menggerakkan hati serta tubuhnya.

ArtikelTerkait

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

Perhatikan, dua laut pertama yang disebutkan oleh Umar di atas dijawab dengan dua lautan kedua. Menurut Umar, setiap manusia akan mati dan kematian itu adalah muara umur, jadi tidak dapat dielakkan. Maka persipakna diri kita menuju kematian dengan memperbanyak amal soleh. Sebab, setelah kematianitu taka ada lagi yang bisa kita lakukan selain menunggu.

Dan jika banyak keburukan yang kita lakukan. Maka kubur akan menjadi tempat lautan penyesalan. Tak ada gunanya menangis, mengadu, memohon agar dikembalikan lagi ke dunia. Sudah habis kesempatan bagi kita saat itu. []

Sumber: 99 Nasihat Penyelamat Hidup/Abu Jamal Ba’adilah/KhatulistiwaPress

Tags: lautan kehidupan
Previous Post

9 Golongan yang Termasuk Kategori Kufur

Next Post

Belajar dari Sikap Tawadhunya Umar bin Khattab

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.