Anak-anak Terancam Mati Kelaparan di Afrika dan Yaman

Foto: Reuters
0

JENEWA–Badan Anak PBB (UNICEF) mengatakan, sebanyak 1,4 juta anak berisiko terancam kematian akibat kelaparan yang berkepanjangan. Bencana ini terjadi sejumlah negara, yaitu Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, dan Yaman.

Saat ini menurut laporan UNICEF, korban tewas akibat kelaparan telah mulai berjatuhan di empat negara tersebut. Lebih dari 20 juta orang lainnya, sedang menghadapi risiko serupa hingga enam bulan ke depan, dilansir oleh Republika, Rabu (22/2/2017)

“Waktu hampir habis, semua orang harus bertindak cepat untuk menyelamatkan banyak nyawa dari bencana kelaparan ulah manusia ini,” ujar direktur eksekutif UNICEF, Anthony Lake.

Bencana kelaparan secara resmi diumumkan terjadi di Sudan Selatan pada Senin (20/2/2017) kemarin. Setidaknya 270 ribu anak di Sudan Selatan mengalami kekurangan gizi. Kekeringan mengakibatkan kurangnya pasokan makanan yang berasal dari pertanian.

Disusul Nigeria, diperkirakan sebanyak 450 ribu anak menderita gizi buruk pada tahun ini. Kelaparan disana, diakibatkan adanya berbagai konflik perpecahan Negara yang melibatkan Boko Haram.

Sebanyak 460 ribu anak di Yaman tercatat mengalami kekurangan gizi akut. Setelah dua tahun perang di negara Yaman menyebabkan keruntuhan ekonomi. Pembatasan pasokan makanan yang datang juga harus dialami oleh semua warga di sana.

Demikian juga dengan yang terjadi di Somalia. Musim kering yang panjang di negara itu menyebabkan setidaknya 185 ribu anak menderita kekurangan gizi akut. Diprediksi angka itu dapat meningkat menjadi 270 ribu dalam beberapa bulan ke depan.

Dewan Keamanan PBB juga dikatakan akan melakukan perjalanan ke Nigeria Utara, Kamerun, Chad, dan Niger untuk menarik perhatian internasional terhadap krisis kemanusiaan yang dipicu oleh konflik dan kekeringan.

PBB saat ini memperingatkan bahwa kondisi di sejumlah negara Afrika dan Yaman sangat darurat. Diperlukan tindakan secepatnya untuk menanggulangi bencana, yang dikhawatirkan dapat jauh lebih buruk.[]

loading...
loading...

Comments

Loading...