ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Soal Komika Joshua, Ini Komentar Tasaro GK

0

REAKSI keras warganet yang berujung pada pelaporan terhadap komika Joshua Suherman atas tuduhan pelecehan agama terkait materi stand up comedy-nya beberapa waktu lalu juga mengundang banyak tanggapan dari masyarakat.

Tasaro GK, penulis novel ‘Muhammad’ yang juga aktif di dunia pendidikan sebagai pendiri Kampung Buku di Jatinangor, Sumendang, juga turut menuliskan tanggapannya terhadap kasus yang menimpa mantan penyanyi cilik Joshua Suherman tersebut.

Di akun Facebook Tasaro GK Dua, ia menyapa Joshua dengan sebutan, ‘Bro.’ Pada tulisan yang diposting Kamis, (11/1/2018) tersebut, Tasaro dengan bahasa ‘gaul’ ala anak muda mengajukan beberapa pertanyaan pembuka yang ia jawab sendiri dengan santai.

“Begini, Jo, My Bro

Kalau elu tanya gue, apa sebagai Muslim gue tersinggung lawakan elu, jawaban gue “nggak”.

Gue lebih suka diskusi tentang agama gue jika ada orang lain salah paham daripada gue misuh-misuh nggak keruan.

Kalau elu tanya, apa gue pengen elu dipenjara karena banyolan elu, gue juga jawab “nggak”. Sebab, gue lebih pengen elu ada di luar sana dan lebih berinteraksi dengan orang-orang di luar zona nyaman elu.”

Tasaro kemudian mengungkapkan keprihatinannya terhadap sikap artis sekaliber Joshua atas sindiran yang dilontarkannya dalam bentuk lawakan.

“Gue cuma sedih karena anak muda secerdas elu kurang minat mempelajari agama di luar keyakinan elu tanpa prasangka, padahal elu pake agama itu sebagai bagian dari materi lawakan elu.

Gue sedih, karena elu punya banyak kesempatan bertemu dengan Muslim-Muslim cendekia yang bisa menjawab pertanyaan elu tentang Islam Indonesia tapi elu nggak pakai kesempatan itu.

Bener, dalam konteks tertentu, simpulan elu yang ditimpali kalimat thoyibah cengengesan temen lu itu bisa jadi relevan. Misalnya, untuk pilpres atau pilkada, agama jadi salah satu variabel penting di bilik suara.

Tapi dalam dunia selebritas, apa yang elu lawakin itu mentah oleh realitas lu sendiri.”

Tasaro pun mengingatkan kembali pada awal-awal karier Joshua sebagai penyanyi cilik.

“Masa lupa, bertahun-tahun lalu, elu jadi bocah paling populer se Indonesia karena lagu elu yang klipnya ada Mas Thukul Reynaldi Arawana Bukan Empat Mata sebelum terkenal semayapada.

Mereka yang membeli album elu, beli topi gaya elu buat anak-anaknya, mencopy istilah “diobok-obok” yang elu nyanyiin dengan lucu, nggak terganggu dengan agama elu.

Gue yakin sebagian besar yang mengidolakan elu ya kaum yang elu sebut “mayoritas” dengan intonasi nganu itu.”

Menutup tulisannya, Tasaro pun menuangkan harapan dan do’anya untuk Joshua.

“Jadi, Jo, My Bro.

Gue benar-benar berharap elu baik-baik saja. Masalah ini selesai tanpa mesti melibatkan hakim, pengacara, dan jaksa.

Gue cuma berdoa, abis ini, lu makin bersemangat mencintai perbedaan manusia Indonesia.

Diawali dari titik takberprasangka.” []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...