ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Kampanye Celup, Apa sih?

0

BARU-BARU ini beredar sebuah kampanye bertajuk ‘celup’. Kampanye ini menyerukan untuk memotret pasangan yang sedang bermesraan di ruang publik kemudian mengunggah dan melaporkannya.

“Celup merupakan kampanye anti-asusila yang dilaksanakan untuk mengembalikan ruang publik yang sesungguhnya,” jelas akun Instagram @cekrek,lapor.upload yang merupakan penggagas ide kampanye tersebut.

Dari berbagai informasi dan pemberitaan di media sosial, diketahui bahwa kampanye ini dipelopori oleh 5 mahasiswa desain komunikasi visual Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Jatim.

Kampanye Celup ini menyerukan orang untuk memotret “tindak asusila di sekitarmu”, dan foto yang dikirimkan kemudian akan mendapat poin.
Jika pengguna mendapat 300 poin, mereka bisa mendapat voucher pulsa yang total bernilai Rp100.000 dan gantungan kunci sementara pengguna yang mengumpulkan 500 poin bisa mendapat kaus.

Menurut pakar hukum dari ICJR Anggara Wahyu, seperti dilansir dari BBC, mereka yang memotret dan menggungah foto pasangan yang sedang berpacaran itu justru melanggar hukum dan perundangan.

Di sisi lain, kampanye ini juga menuai banyak reaksi keras dan kritikan. Beberapa pihak yang dicantumkan dalam kampanye tersebut juga menyatakan keberatan dan merasa tak pernah melakukan kesepakatan apapun terkait kampanye tersebut.

Koordinator Celup Fadhli Zaky akhirnya memohon maaf kepada media yang logonya dicantumkan di kampanye tanpa sepengetahuan media yang bersangkutan.
“Semoga ini dapat menjadi media pembelajaran, teman-teman dalam melaksanakan tugas kuliah,” kata mahasiswa Desain Komunikasi Visual, UPNVeteran Surabaya itu , Kamis (28/12/2017) seperti dikutip dari Tribun News.

Kampanye celup ini ternyata murni tugas kuliah tanpa ada kepentingan apapun. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Humas UPN Niswan Amin.

“Kami telah melaksanakan pembicaraan intensif dengan mahasiswa – mahasiswa yang bersangkutan dan didampingi oleh dosen pengampu. Sekali lagi kami meminta maaf yang sebesar – besarnya kepada media yang telah ditampilkan dalam visualisasi poster dan media sosial,” katanya. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...