ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Lepaskan atau Halalkan

0

Advertisements

BANYAK laki-laki mengaku bahwa dirinya seorang yang sejati, karena tidak pernah berpaling hati dari wanita yang dicintainya. Namun sayangnya, cinta itu tidak memiliki ikatan yang pasti, sehingga ia lupa bahwa imannya telah berpaling dari Allah SWT.

Ia malah senang dan bangga ketika wanita yang masih haram untuknya memuji kehebatannya dalam hal kesetiaan yang haram. Namun apakah ia berpikir bahwa kesetiaan yang ia ciptakan dapat mendatangkan kecintaan Allah terhadapnya? Tak berfikirkah bahwa Allah murka terhadapnya sebab kesetiaannya adalah palsu.

Justru kesetiaan terhadap pasangan haramnya akan menambah kecintaan syetan, karena ia lebih mematuhi perintah syetan daripada perintah Allah SWT. Jadi jangan sampai merasa senang ketika dipuji dengan kata tak berpaling dari pasangan haram, namun berpaling dari cinta-Nya.

Bila ucapan yang keluar “Cintaku murni dari hati” namun jalan yang ia tempuh melalui kemurnian nafsu, jangan kau percayai ukhti. Sebab, cinta sejati nan hakiki selalu setia menjaga cinta-Nya sehingga membuat cintanya mulia.

Dan ingatlah bahwa cinta itu fitrah, tidak ada yang boleh merubah kefitrahan itu menjadi sebuah musibah. Termasuk karena ketidaktahuan dalam menjaga cinta yang ada lewat jalan yang di ridhai Allah.

Pilihannya, lepaskan atau halalkan. Laki-laki sejati akan menentukan pilihannya melalui jalan terbaik dengan mengambil tindakan yang bijaksana. Artinya dia tidak akan menghinakan melalui terjalinnya hubungan yang tak pasti, melainkan akan memuliakan melalui terjadinya sebuah proses yang menghadirkan wali serta saksi dan mengatakan “Qabiltu”.

Jadi, apabila dia benar-benar cinta, maka nikahi, bukan pacari. Sebab cinta yang sesungguhnya itu adalah melindungi dengan jalan yang pasti, bukan mengingkari dengan jalan yang ngeri.

Untuk para ukhti, jika ingin memiliki, lihatlah usahanya dalam mencinta tanpa ada nafsu semata. Perhatikanlah seberapa besar dia mencintai kita melalui cinta-Nya untuk membentuk sebuah cinta sejati yang hakiki, yaitu hak merujuk terhadap keridhoan Sang Pemberi cinta.

Dan untuk para akhi, tegaslah pada diri sendiri. Buktikan bahwa kau adalah laki-laki sejati yang tak banyak mengatakn janji namun tak kunjung ditepati.

Sumber: Humairoh.

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline