ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

‘Bertakwalah kepada Allah, Sabarlah dan Jangan Terburu – buru’

0

Advertisements

KISAH selalu memberikan kita sebuah nasihat berharga tanpa perlu menggurui. Kisah akan memberikan banyak hal bagi hidup kita jika kita mau merenunginya. Termasuk suatu kisah yang sangat bagus dikisahkan oleh Al Hasan Al Bashri berikut.

Al Hasan Al Bashri berkata, “Ada seorang pria meninggal dunia lalu meninggalkan seorang anak dan seorang budak. Dia pun berwasiat menyerahkan budak tersebut pada anaknya. Bekas budak tadi memang sangat giat merawat anak dari tuannya. Akhirnya anak tersebut menyukai budak tadi dan dia pun menikahinya.

(Suatu saat), anaknya berkata pada budaknya, “Siapkan aku untuk mencari ilmu“. Budaknya lalu menyiapkannya. Dia lalu mendatangi seorang yang alim dan bertanya padanya.

Orang alim itu lalu berkata padanya, “Jika engkau akan berangkat maka beritahulah aku, engkau akan kuajari.” Anak itu berkata, “Saya akan berangkat, ajarilah aku.”

Alim itu menasihatkan padanya, “Bertakwalah kepada Allah, sabarlah dan jangan engkau terburu – buru.”

Al Hasan Al Bashri berkata, “Dalam nasihat alim di atas ada seluruh kebaikan.”

Anak itu hampir tidak pernah melupakan tiga nasihat dari alim tersebut.

Ketika dia pulang menemui keluarganya lalu memasuki rumah, ternyata ada seorang pria yang tidur bersitirahat di samping seorang wanita. Wanita itu pun ikut tidur! Anak itu berkata, “Saya tidak sabar menunggu untuk membunuhnya.”

Dia lalu kembali ke kendaraannya mengambil pedang. Ketika akan mengambil pedang, dia teringat nasihat alim tadi, “Bertakwalah kepada Allah, sabarlah, dan jangan engkau terburu – buru.”

Dia lalu kembali ke rumah itu. Ketika dia berada di dekat kepala orang itu, dia tidak sabar, lalu dia kembali lagi ke kendaraannya. Ketika akan mengambil pedangnya, dia pun mengingat nasihat alim tadi. Dia lalu kembali pada orang itu. Ketika dia berada di kepalanya, orang itu lantas bangun. Ketika orang itu melihatnya dia langsung dirangkulnya dan diciumnya. Lelaki itu lalu bertanya padanya, “Apa yang kau lakukan ketika meninggalkanku?”

Anak itu menjawab, “Kudapatkan kebaikan yang sangat banyak setelah meninggalkanmu. Setelah meninggalkanmu, aku berjalan di antara pedang dan kepalamu sebanyak tiga kali, namun ilmu telah menghalangiku dari membunuhmu,” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod Bab 266. Hasan secara sanad). []

Sumber: Rumaysho.com

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline