ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Dakwah Pemuda Zaman Now

0

Advertisements

Oleh: Sabit Aqdam
sabitaqdam33@gmail.com

“BERILAH aku 10 pemuda maka akan aku guncangkan dunia.” Itulah kutipan perkataan presiden pertama republik Indonesia Soekarno yang kita kenal dengan Bung Karno. Ia menilai bahwa ada kekuatan besar dalam jiwa seorang pemuda yang bisa mengguncangkan dunia.

Pemuda merupakan tonggak kekuatan suatu bangsa atau golongan, karena dalam jiwa pemuda terdapat jiwa semangat yang tinggi.

23 tahun Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam berdakwah di kota Mekah dan Madinah. Dua kota itu kita kenal saat ini sebagai kiblatnya umat Islam di seluruh penjuru dunia saat ini dan sampai akhir zaman.

Sebagai seorang muslim di wajibkan untuk menimba ilmu apa yang allah perintahkan dan apa yang telah allah larang kepada utusannya yaitu nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam karena itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

Setelah menimba ilmu maka harus diiringi dengan pengamalan-pengamalan apa yang telah dipelajarinya. Karena ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah yang tidak menghasilkan apa yang telah ditanam.

Setelah menimba ilmu dan mengamalkan-mengamalkan apa yang telah dipelajari, maka seorang muslim berkewajiban untuk menyampaikannya yang dinamakan dengan dakwah.

Berdakwah bagaimana halnya Rasullulah shalallahu alaihi wasalam penuh rintangan, tantangan dan cobaan selama 23 tahun Rasullulah penuh dengan kesabaran di mana cacian dan makian Rasullulah terima dengan lapang dada.

Sampai-sampai beliau berdakwah dengan meneteskan darah ketika beliau berdakwah ke kota Thoif dengan dilempari bebatuan oleh masyarakat sekitar. Akan tetapi jiwa yang besar menerimanya dengan penuh kesabaran.
Karena jalan dakwah bukanlah suatu jalan kenikmatan dan kemewahan. Jalan dakwah adalah jalan yang pahit bila dirasakan di dunia akan tetapi akan manis dirasakan bila telah hidup di alam yang abadi penuh dengan kenikmatan.

Dakwah bukanlah suatu pekerjaan yang dapat menghasilkan pemasukan uang. Karena dakwah yang haq di atas keikhlasan berharap ridho Allah. Maka dari itu dakwah merupakan kewajiban bagi mereka yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.

Dakwah bukan hanya dilakukan oleh seorang da’i saja di atas mimbar masjid atau di dalam suatu majlis, akan tetapi apa yang kita mampu berikan untuk agama Islam ini, maka itupun dinamakan dakwah.

Rasullulah mengutus seorang pemuda yang cerdas keilmuannya dan kuat dalam fisiknya ke daerah yang cikal bakal menjadi kota ke dua umat islam setelah mekkah yaitu kota madinah yang sebelumnya di kenal dengan kota Yastrib.
Beliau mengutus seorang pemuda yang bernama Mus’ab bin Umair. Mus’ab bin Umair diutus oleh Rasulullah untuk memberi pengajaran mengenai islam kepada orang-orang anshar (orang-orang Madinah) di sana.

Related Posts

Mus’ab bin Umair merupakan pemuda yang kehidupannya sebelum masuk Islam penuh dengan kegemilangan harta. Setelah masuk Islam, Mus’ab meninggalkan kehidupan yang penuh kenikmatan yang dijalaninya dan lebih memilih kehidupan keras dan miskin.

Anak muda yang sebelumnya selalu rapi dan wangi sekarang tidak memakai kecuali baju yang paling kasar makan sehari dan lapar berhari-hari. Namun ruhnya/jiwannya yang menyakini bahwa keluhuran akidah yang dipeluknya akan mencetaknya menjadi manusia lain yang memenuhi mata dengan kekaguman dan memenuhi jiwa dengan ketakjuban.

Saat itulah Rasullulah shalallahu alaihi wasalam memilihnya untuk sebuah tugas yang paling besar di masanya yaitu menjadi duta beliau di Madinah. Kota kedua umat Islam setelah Mekah yaitu Madinah.

Itulah salah satu contoh gambaran seorang pemuda di masa Rasullulah shalallahu alaihi wasalam.  Jiwa dan raganya mengabdi kepada agama ini dengan penuh keikhlasan dan hanya berharap ridho Allah.

Dengan kemampuan delagasi dan tutur kata yang baik akan di terima nya dakwah MusH’ab bin Umair di kota Madinah, maka tidak salah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memilihnya sebagai utusan ke kota Madinah.
Tidak semua pemuda pada saat itu memiliki kemampuan bagaimana halnya Mus’ab bin Umair seorang pemuda yang luas cakrawala pengetahuannya mampu mengislamkan orang-orang Madinah.

Inilah pelajaran bagi pemuda-pemuda islam saat ini untuk lebih mementingkan mensyiarkan agama yang dibawa oleh nabi Muhammad shallaluhu alaihi wasalam ketimbang melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.
Seperti ningkrong-nongkrong ngobrol tidak bermanfaat di pinggir jalan sambil melirik-lirik hal-hal yang telah Allah larang yaitu melihat lawan jenis yang bukan mahramnya. Maka itulah kegiatan yang tidak ada manfaatnya malah membuat dosa baginya.

Di era zaman milenium saat ini semakin canggihnya teknologi alat komunikasi semakin mudahnya kita mendapatkan informasi. Dan semakin mudahnya pula kita menyebarkannya ke khalayak masyarakat umum.
Anak-anak muda saat ini lebih asyik dengan gadget-gadgetnya ketimbang dengan dunia nyata yang ia jalani.

Perkembangan zaman saat ini memiliki dampak-dampak tersendiri; ada dampak negatifnya, ada pula dampak positifsehingga pemerintah Indonesia membuat undang-undang khusus informasi dan teknologi untuk menangkal hal-hal negatif dari media sosial.

Bagaimanapun dampak tersebut tergantung orang yang menggunakannya apakah menggunakannya kepada hal keburukan ataukah menggunakannya kepada hal kebaikan. Maka itu kembali kepada individu masing-masing.

Akan tetapi sebagai pemuda Islam yang bijak dan cerdas harus menggunakan nya kepada hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Ataupun bagi masyarakat luas umumnya karena kebanyakan orang saat ini lebih asyik dengan gadget-gadgetnya.

Karena kalangan muda lebih paham tentang perkembangan teknologi dan informasi saat ini bagaimana menggunakan media sosial Facebook, watsapp, Instagram, Twitter dan media-media sosial lainnya.

Maka pemuda sangat memiliki peran penting Sebagaimana rasullulah mempercayai kalangan muda untuk menjadi duta utusan rasullulah ke daerah-daerah di luar kota mekkah untuk mengajarkan ayat-ayat yang allah turunkan kepada utusannya. []

Referensi:
1. As-suhaibani,abdul hamid,shuwar min siyar ash-shahabah,Riyadh : dar alam al-kutub,2015
2. Syaikh shafiyyurahman,ar-rahiq al-makhtum,Jakarta : Darul haq ,2001
3. Undang-undang dasar

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline