islampos
Media islam generasi baru

Apple, Google, dan 95 Perusahaan di AS Tentang Larangan Imigrasi Trump

foto: press tv
0

WASHINGTON—Sejumlah perusahaan besar seperti Apple, Google, dan 95 perusahaan lainnya di Amerika Serikat (AS) menenatang perintah eksekutif Donald Trump yang melarang tujuh negara muslim melakukan perjalanan ke AS.

Dilansir Reuters, kebanyakan perusahaan yang menentang larangan tersebut berasal dari ranah teknolgi, seperti Facebook, eBay, Microsoft, Netflix, Intel, Twitter dan Uber. Perusahaan lain seperti Levi Strauss dan Chobani juga mendukung pengajuan petisi tersebut.

Adapun perusahaan yang tidak masuk dalam daftar ialah Amazon, HP, Oracle dan Yahoo. Meski demikian, Amazon dan CEO Jeff Bezos telah mendukung gugatan yang diajukan oleh Jaksa Agung di negara bagian Washington.

Seperti diketahui pada hari Jumat (3/2/2017), hakim federal AS mengeluarkan perintah pembatalan larangan Trump tersebut.

Perusahaan mencatat bahwa para imigran atau anak-anak mereka telah mendirikan lebih dari 200 perusahaan Rekayasa atau non-tech -currently yang tercantum pada daftar 500 Fortune. Apple sendiri didirikan oleh Steve Jobs, dimana ia adalah putra seorang imigran Suriah.

Lebih penting lagi, larangan perjalanan ke AS ini justru menabur kebingungan dan mengancam kemampuan perusahaan untuk menarik pekerja terampil dari luar AS.

Laporan pekan lalu, Apple mengklaim telah bersatu dengan perusahaan teknologi lainnya, termasuk Google dan Microsoft, untuk menyusun dan mengedarkan surat di oposisi menentang larangan perjalanan ke AS bagi para imigran tersebut, demikian Appleinsider.com. []

loading...
loading...