ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Gadis Kecil dan Sebuah Uluran Tangan

Foto: Heard County Parks & Recreation
0

Oleh:  Ernydar Irfan

GADIS kecil itu berseragam sekolah. Setiap hari ia berjualan keliling menjual kue-kue yang dibuat ibunya. Ia bangun setiap jam setengah 5 subuh, mandi, lalu merapikan kue di keranjang. Kue dadar gulung, martabak mini dan donat.

Ia berjalan menyusuri jalan jalan gang kecil menjajakan kue dari rumah ke rumah. Kadang jawaban salamnya dijawab oleh yang punya rumah dan dagangannya dibeli, kadang salam dijawab dagangannya tidak dibeli, kadang salamnya tidak dijawab sama sekali, bahkan kadang ada yang membalas salamnya dengan hardikan.

Tapi itu tidak cukup mematahkan semangatnya untuk berjualan demi meringankan ibunya membeli beras dan sayur untuk dimakan sekeluarga dengan 6 orang anaknya.

Ketika rejeki menghampiri, ia bulak balik pulang sambil bersenandung dan berlari kecil kembali ke rumah mengambil kue-kue untuk dijual lagi.

Ketika rejeki sedang tidak bersahabat, ia pun bulak balik berkeliling dijalan-jalan kecil bahkan melalui jalan yang tidak pernah dilalui demi menjual kue-kue itu. Ia terus berusaha keras karena tidak ingin melihat wajah ibunya kecewa dan bingung bagaimana membeli beras untuk memberi makan enam orang anaknya.

Sekali waktu, rejeki tidak bersahabat. Hujan gerimis datang, hari mulai siang. Ia harus segera ke sekolah, gadis kecil itu berlari pulang. Namun ia terpeleset di jalan. Jatuhlah semua kue-kue jualannya. Air matanya jatuh ketika memungut kue-kue yang jatuh. Terbayang wajah kecewa sang bunda, sampai seorang ibu berperwakan gemuk menyapanya.

“Kenapa neng? Jatuh jualannya yaa? Kasihan…. Jangan nangis… Jangan nangis… Ibu ganti. Biar ibu bayarin,” katanya mengusap kepala anak itu. “Berapaan kuenya?” Tanyanya.

“50 rupiah,” jawab gadis kecil itu lirih.

Ibu itu langsung mengambil semua kue yang telah di pungut dan memberikan uang lima ratus rupiah 6 lembar.

“Rumah ibu dari gang ini paling pojok sebelah kiri yang halamannya luas. Nama saya ibu Malihah. Mulai besok setiap hari jualan mampir ke rumah ibu, tapi harus datang pagi sekali karena ibu kerja,” Katanya sambil menghapus air mata gadis kecil itu dengan sapu tangannya.

Dari seorang ibu Malihah, gadis kecil itu belajar bahwa ketika kesulitan melanda, betapa nikmatnya sebuah uluran tangan. Maka gadis kecil itu berharap suatu saat ia bisa mengulurkan tangan pada orang orang yang dilanda kesulitan. []

Medio@Serang 1986

loading...
loading...