Ribuan Pengunjuk Rasa di Australia Kutuk Kebijakan Trump

U.S. President Donald Trump speaks during the Inaugural Law Enforcement Officers and First Responders Reception in the Blue Room of the White House in Washington, U.S., January 22, 2017. REUTERS/Joshua Roberts - RTSWV0D
0

AUSTRALIA—Ribuan pengunjuk rasa di Australia melakukan aksi pawai pada Sabtu (4/2/2017). Hal itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Amrika Serikat Donald Trump , yang membatasi sementara pengungsi dan warga negara tujuh Negara muslim.

Sekitar 1.000 orang berkumpul di Sydney mengecam keputusan Presiden Trump mengenai imigrasi dan menyeru Australia menutup pusat pengelolaan lepas pantai di pulau kecil Nauru di Pasifik dan pulau Manus di Papua Nugini.

Unjuk rasa serupa diadakan di Canberra, Newcastle dan Hobart, sementara ratusan orang menghadiri unjuk rasa menentang Trump di Melbourne pada Jumat.

Tak hanya menuntut Trump, mereka juga ingin mengakhiri penahanan pencari suaka oleh Australia di luar negeri.

Seperti diketahui, hubungan Amerika Serikat dengan Australia menegang pada Kamis sesudah rincian pembicaraan telepon sengit Trump dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull muncul. Bahkan Trump menyebut “bodoh” kesepakatan di antara kedua negara itu mengenai pemukiman pengungsi.

Di bawah “kesepakatan bodoh” itu, Amerika Serikat akan menerima hingga 1.250 pencari suaka, yang ditahan di Nauru dan Manus. Sebagai imbalannya, Australia akan mengambil pengungsi dari El Salvador, Guatemala dan Honduras, demikian Reuters. []

loading...
loading...