ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Pernyataan Bohong Dubes AS untuk Israel Lukai Hati Rakyat Palestina

0

PALESTINA—Duta Besar AS untuk Israel dilaporkan telah membuat rakyat Palestina marah setelah ia mengklaim bahwa rezim Israel telah menguasai hanya dua persen wilayah Tepi Barat. Padahal menurut laporan PressTV, Israel telah mengontrol 60 persen wilayah Tepi Barat.

David Friedman mengatakan dalam sebuah wawancara dengan situs berita Israel Walla pada hari Kamis (28/9/2017) bahwa permukiman Israel “adalah bagian dari Israel,” PIC melaporkan.

“Mereka (Israel) hanya menguasai dua persen Tepi Barat,” kata Friedman.

Friedman menambahkan bahwa pemukiman Yahudi tersebut memiliki makna nasionalistik, historis dan religius yang tinggi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heath Nauert kemudian menanggapi ucapan Friedman bahwa apa yang diucapkannya “Jangan dianggap sebagai perubahan dalam kebijakan AS.”

“Saya tahu apa yang dia katakan,” kata Nauert kepada wartawan di Washington, DC.

“Saya ingin menjelaskan secara jelas tentang hal ini bahwa apa yang diucapkan Friedman jangan dianggap sebagai cara untuk membatalkan hasil dari setiap negosiasi yang akan dilakukan AS dengan Israel dan Palestina. Hal ini juga tidak akan mengindikasikan adanya perubahan dalam kebijakan AS,” tambah Nauert.

Israel telah menduduki Tepi Barat dalam perang 1967 dan memiliki kontrol penuh atas 60 persen wilayah tersebut. Sementara rakyat Palestina memiliki otonomi yang sangat terbatas selama 40 persen sisanya.

Israel tidak menghentikan pembangunan permukiman ilegal mereka di Tepi Barat yang diduduki, terlepas dari kenyataan bahwa masyarakat internasional menganggap semua pemukiman Israel di Tepi Barat ilegal karena hukum internasional.

Sekitar 600 ribu Yahudi Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman ilegal yang telah Israel bangun sejak penjajahan 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...